google-site-verification=a29cQDLicXmx_KpxGtFuPjFzKNqoMZ3FEdNxkyQfTTk Kang Badi': MENULIS DAN DAKWAH

MENULIS DAN DAKWAH


Subadi


Sebenarnya hari ini, Senin 18 Mei 2020 pagi-pagi saya sudah menyempatkan diri untuk menulis, menulis dalam rangka menggali potensi diri dan tujuan belajar. Alhamdulillah kata demi kata mampu saya rangkai menjadi kalimat, kalimat demi kalimat menjadi paragraf, dari sekian paragraf menjadi satu cerita yang utuh hari ini. Cerita sederhana itu tentang dunia Pesantren, yang sarat akan nilai positif yang dapat kita ambil hikmahnya. Demi menjalani  kehidupan yang lebih baik. 

Di sela-sela aktivitas, sesekali melanjudkan membaca buku baru yang saya miliki. Hari ini buku itu saya baca sudah sampai halamanan 81, semoga bisa segera saya selesaikan dalam waktu dekat, karena 2 buku lagi sedang menunggu untuk saya baca. Ya, buku yang penuh energi positif, sungguh bacaan yang sangat menarik untuk terus dibaca dan diikat maknanya, hingga membekas diotak dan sebisa mungkin saya terapkan di kehidupan sehari-hari. Buku itu buah karya dari Dr. Ngainun Naim, buku Menipu Setan [kita waras di zaman edan],  saya akui buku ini sarat akan nilai-nilai luhur yang sering kita jumpai di kehidupan sehari-hari, sangat dekat dengan kita, dan dipastikan bisa kita teladani jika kita mau membuka diri. Buku yang pasti bermanfaat bagi orang-orang yang mau berfikir. Semoga saya juga bisa meneladani spirit yang hendak disampaikan oleh penulis, semoga.

Sehabis shalat Asar, saya berfikir tema apalagi besuk yang musti saya tulis. Saya terus berfikir, saya coba lihat-lihat deretan buku lama yang ada di etalase, saya menemukan buku yang sudah lama saya miliki, buku itu judulnya Kumpulan Materi Khotbah dan Ceramah [ agama islam kebutuhan pokok bagi umat manusia], ya buku inilah yang saya maksud. Buku sederhana yang kaya akan makna dan tuntunan hidup. 

Mulai saya buka-buka kembali, halaman demi halaman, sampailah pada halaman yang membuat mata saya tertuju pada satu paragraf, ada satu rujukan yang diambil oleh pengarangnya, yaitu tentang macam-macam metode dalam berdakwah. Metode itu dikutip dari Muhammad Abdul Aziz al-Khauli, dalam kitabnya Islaahul Wa'zhid Diinii, halaman 18. Bagian ini menarik bagi saya karena ada hubungannya dengan aktivitas menulis yang saat ini sedang saya pelajari, juga teman-teman group Maarif Menulis. Bagi saya ini juga bagian dari motivasi yang layak direnungkan. Muhammad Abdul Aziz al-Khauli menerangkan bahwa ada 5 macam metode dalam berdakwah: 1] al-Kithabah/ceramah atau pidato. 2] ad-Darsu/pelajaran. 3] at-Tamtsil/pertunjukan. 4] al-Uswah Shalihah/keteladanan yang baik. Dan 5] al-Khitabah/penulisan.

Bagi saya, ini sangat menarik dan bisa menjadi motivasi saya dan siapa saja yang hendak menulis.  Menulis satu sisi sebagai proses belajar ternyata di sisi yang lain juga bernilai dakwah. Tentu dengan membuat sebuah karya tulis yang di dalamnya mengandung nilai-nilai positif yang bisa kita teladani, teladan yang tidak hanya bagi penulis tetapi juga bermanfaat bagi sesama. Karya tulis dalam bentuk apapun akan sangat berharga jika dilandasi spirit berdakwah. Baik dalam bentuk buku, artikel, cerpen, jurnal ilmiah dan lain sebagainya.

Hari ini, banyak media yang dapat mendukung cara berdakwah semacam ini, bisa disebar luaskan melalui jejaring internet, blog, facebook, WA group, dan lain-lain. Dengan cara demikian akan banyak orang yang ikut membaca tulisan yang kita hasilkan. Dengan kesungguhan dalam menulis dan dilandasi kejujuran serta semangat berbagi, saya yakin sebuah tulisan akan memiliki makna yang dalam dan dilingkupi energi positif. Bukan berarti harus ada yang tergerak meneladani nilai yang hendak disampaikan sebuah karya. Itu bukan otoritas kita, menggerakkan hati seseorang adalah hak Allah semata. Yang perlu dicamkan adalah dengan menulis berarti kita juga sedang berdakwah. Bukankah berdakwah juga tugas kita sebagi manusia? tentunya, maka dengan menulis kita akan termasuk orang-orang yang menjalankan perintah Allah SWT. Dakwah adalah kewajiban, salah satu caranya adalah dengan menulis.

Landasan bagi setiap individu dalam berdakwah, bisa kita lihat pada firman Allah SWT, Q.S. Lukman ayat 17. Perintah dakwah yang senada dengan ayat itu adalah An-Nisa' ayat 114 serta surat Al-A'raf ayat 199.  Mari kita tengok bersama-sama. Semoga tulisan sederhana ini bisa menyisakan manfaat bagi kita semua. amin.

Punjul, Karangerejo, 18 mei 2020




10 comments:

  1. Arep nenyeru OPO iku kang

    ReplyDelete
  2. Soyo sae om tulisannya...sejalan dg spiritnya. Pokok pak Naim kerso terus mendampingi. Insyaa Alloh semakin baik. Semoga beliau sll sehat wal afiyat. Aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamin... Aamin... Saya suka olah katanya, sederhana, yang mudah dipahami....

      Delete
  3. Ternyata menulis itu asyik bukan? Selalu saja ada ide-ide yang menarik untuk ditulis. Kuncinya memang istiqamah. Terus menulis. Jangan kalah dengan malas. Salam literasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap Tadz... Amin. Berangkat dari Energi positif buahnya akan positif juga...

      Delete
  4. Replies
    1. Bang.. Rohmat, lebih mantap...pak dosen yang berbarokah...

      Delete
  5. Mantab terus meningkatkan kompetensi nya

    ReplyDelete

Terimaksih telah berkenan membaca tulisan ini, komentar anda sangat saya hargai. Semoga ada manfaatnya. amin..

𝗥𝗮𝗻𝘁𝗮𝗶 𝗞𝗲𝘄𝗮𝗷𝗶𝗯𝗮𝗻

𝘒𝘦𝘸𝘢𝘫𝘪𝘣𝘢𝘯 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘬𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘴𝘰𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘬𝘶𝘪...