Segala puji bagi Alloh SWT, atas segala
limpahan karunia, taufik serta hidayahnya lah kita bisa memulai aktifitas
sehari-hari. Sehingga sudah selayaknya kita selalu bersyukur kepadaNya dengan cara
menggunakan karunia itu dengan sebaik-baiknya. Salah satu daya yang diberikan
pada kita adalah tergeraknya hati, pikiran dan kemampuan untuk menulis dalam
rangka menorehkan buah renungan dan pikiran demi secercah harapan timbulnya
manfaat baik untuk diri kita sendiri dan juga orang lain.
Setiap dari manusia adalah sang pembelajar.
dengan memposisikan diri sebagai pembelajar seseorang secara otomatis dapat
belajar tidak hanya dari materi pelajaran di sekolah dan kampus semata. Seorang
pembelajar dapat melakukan proses belajar tidak dibatasi dari sempitnya profesi
dan pekerjaan. Seorang pembelajar juga tidak dibatasi oleh usia dan jenis
kelamin. Seorang pembelajar tidak dibatsai oleh status sosial. Seorang pembelajar
juga tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. seorang pembelajar juga tidak kan
kehabisan sumber untuk dijadikan bahan belajar. Karena pembelajar adalah setiap
meraka yang masih dapat bernafas dan mau memanfaatkan modal utama yang telah
Alloh SWT berikan kepadanya, sebagai anugerah dan sekaligus pembeda dengan
makluk yang lain . Modal itu adalah raga yang tercipta dengan sebaik-baik
bentuk yang disempurnakan dengan hati dan akal pikiran. Dengan kedua modal
tersebut manusia dapat menangkap segala sesuatu yang ada dan terjadi di jagat
raya ini. Baik berupa barang-barang, kejadian-kejadian, masalah-masalah,
fenomena alam sekitar hingga sesuatu yang terkecil sekalipun. Semua dapat
dipelajari dan dikaji oleh mereka yang memposisikan diri sebagai pembelajar.
Saat sendiri maupun bersama seorang guru dan bahkan tanpa seorang pendamping
sekalipun.
Setiap yang hadir di muka bumi ini tentu
membawa makna dan tujuannya masing-masing. Seperti halnya Alloh SWT menciptakan
manusia di muka bumi, selain untuk mengabdi dan menyembah kepadaNya sekaligus
sebagai kholifah di muka bumi. Manusia dapat melestarikan, mengatur dan
memanfaatkan bumi ini sesuai tuntunan dan tatanan agama dan masyarakat. Manusia
pun tentu juga mempunya tujuan hidup yang benar, ialah berproses meraih
kebahagian dan keselamatan dunia dan akhrirat “ sa’idun fiddunya wa sa’idun
fil akhiroh ” . Sampailah pada maksud dan tujuan dari penulis, bawa setiap
orang yang belajar musti mempunyai kesadaran diri bahwa dengan belajar tidak
hanya untuk mengikis kebodohan serta menjalankan perintah semata. Tapi lebih
dari itu, dengan belajar berarti manusia sedang berfikir dari berbagai sudut
pandang yang kemudian akan menghasilkan pengetahuan, temuan-temuan, cipta dan
karya. dengan terus berproses diharapkan setiap manusia mampu mengenali siapa
dirinya ? lalu dapat mengenali Tuhannya. Sehingga ilmu yang dimiliki dan karya
yang dihasilkan mempunyai implikasi kesalehan baik bermanfaat bagi diri
sendiri, orang lain serta alam semesta yang kemudian pada akhirnya dapat
menuntunya menjadi orang yang mampu bertaqwa kepada Rob-nya.
Zaman yang serba mudah, dapat diejawentahkan
sebagai hidup pada situasi dan kondisi dimana setiap manusia dimudahkan dalam
semua hal pada semua lini kehidupan.
Mudah untuk memenuhi hajat hidup baik dari segi sandang, pangan, dan papan.
Bahkan untuk mengakses segala informasi
yang ada di seluruh penjuru dunia. Semua menjadi mudah dari waktu ke waktu.
Semua itu terjadi secara dinamis seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
Sumbangsih kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi lah yang sebenarnya
mendorong kemajuan zaman ini. Segala bentuk penelitian, eksperimen, dan
kajian-kajian ilmiah terus dilakukan oleh para ahli dan pakar sehingga mampu
menciptakan perangkat-perangkat dan teknologi yang dapat menunjang pemenuhan
hajat hidup setiap manusia dalam segala aspek kehidupan. Semua itu haruslah
disadari bahwa kehebatan berfikir dan menemukan hal baru yang dimiliki manusia
itu, semata-mata tanda dan bukti bahwa
begitu besar anugerah yang telah Alloh SWT berikan kepada manusia. Dengan
demikian sudah semestinya kecanggihan berfikir itu hanya diperuntukkan demi
menjaga kelestarian alam, menjaga keseimbangan kehidupan, dan meningkatkan
kesalehan diri serta peninggkatan pengabdian kepada Sang Khaliq.
Tentu dalam tulisan ini tak kan mampu mengurai
segala bentuk hasil dari kecanggihan berfikir dan penemuannya. Yang pada
hakikatnya disebabkan oleh keterbatasan wawasan penulis. Sebagai pelaku
pendidikan setidaknya layak dan pantas untuk sedikit bercerita terkait implikasi kemajuan teknologi informasi dan peserta
didik. Semua masyarakat saat ini hampir dapat dipastikan mampu mengakses
informasi melalui media yang namanya jejaring internet dengan menggunakan alat/media
yang sangat canggih seperti smartfon, androit, dan komputer yang terhubung
dengan jaringan internet. Dengan alat tersebut menjadi mudah mengakses semua informasi
yang dibutuhkan. Dengan alat tersebut setiap orang dapat melakukan komunkasi
jarak jauh. Dengan alat tersebut semua kebutuhan dapat terpenuhi dengan cepat
dan mudah. Dengan alat tersebut ide dan gagasan dapat disampaikan. Dan dengan
kecanggihan alat tersebut kejadian-kejadian di belahan dunia dapat dengan mudah
diakses untuk disimak. Bahkan dengan alat tersebut setiap orang dapat meluapkan
kegalauan dan kemarahannya. Setidaknya gambaran secara umum demikian lah....
hehe
Tidak dapat dipungkiri kecanggihan teknologi
informasi ini juga menjadi kebutuhan bagi setiap lembaga pendidikan dewasa ini.
Salah satu cara untuk menunjukkan eksistensi sebuah lembaga pendidikan kepada
masyarakat yang efektif saat ini adalah mensosialisasikan kegiatan dan capaian
sebuah lembaga lewat smartfon dan jejaring internet. Segala bentuk informasi
yang dimiliki suatu lembaga dengan mudah dan efektif bisa sampai kepada
masyarakat luas tanpa harus datang ke lembaga tersebut dengan cukup mengakses
internet dan melihat website lembaga tersebut. Bahkan lebih praktis lagi segala
informasi dapat terkirim melalui WA dan diunggah di laman Facebook. Bukan hanya
itu, dalam penjaringan peserta didik baru, saat ini pendaftaran melalui jalur Online juga menjadi trend
tersendiri, karena lebih praktis dan mudah.
Semua itu memberi gambaran kepada kita bahwa
kecanggihan teknologi dari sisi ini begitu besar manfaat dan perannya dalam
kehidupan manusia. Kecanggihan teknologi juga sangat besar perannya bagi
peserta didik. Jika dulu kakek dan nenek kita belajar dan sekolah dengan
kondisi serba terbatas. Keterbatasan sumber dan alat belajarnya. Sampai ada
cerita dan kisa, konon dulu untuk menulis pelajaran di sekolah bukan
menggunakan buku layaknya sekarang. Tapi menulis pada papan yang setelah
ditulisi dan dipelajari kemudian saat itu juga harus dihapus untuk menulis
pelajaran selanjutnya. Begitu dan seterusya..... Belum pada pemenuhan buku
sebagai sumber belajarnya yang sangat terbatas dan tak jarang hanya guru yang
memiliknya. Kondisi saat itu sangat berbeda dengan keadaan sekarang dimana
zaman sudah sangat maju yang ditunjang oleh kemajuan teknologi yang serba
canggih. Sekarang buku tulis tersedia banyak, kertas yang melimpah, buku
referensi sebagai sumber belajar tersedia dan sangat mudah didapat, sekolah dan
perpustakaan terbuka lebar, media belajar yang tinggal digunakan, dan bahkan
segala kebutuhan pembelajaran seperti materi, teknik, dan methode nya dapat
diakses melalui cenggihan teknologi yang biasa disebut dengan Internet.
Dengan kecanggihan teknologi yang satu ini seakan semua menjadi mudah dan murah.
Jika kecanggihan teknologi ini digunakan sesuai porsi dan kebutuhanya, dapat
dipastikan akan memberi manfaat dan dampak yang luar biasa. Dapat membantu
peserta didik menambah wawasan dan pengetahuannya. Dapat membantu menyelesaikan
tugas di sekolah seperti mencari artikel, materi tambahan, kamus ilmiyah, kamus
bahasa, resep-resep makanan, mencari jawaban dari pertanyaan yang sulit, baik
dalam bentuk tulisan, visual, audio visual dan sangat banyak hal lain yang bisa
mengandalkan kecanggihan teknologi internet ini. Sungguh luar biasa bukan.
Internet, dan smartfon hari ini mempunyai
peran yang sangat luar biasa kepada peserta didik. Baik pengaruh yang positif
dan negatif. Sehingga fenomena ini menjadi tantangan sendiri bagi dunia
pendidikan. Mulai dari tingat dasar, menengah, atas, sampai pada bangku
perkuliahan. Saya masih ingat... ingat sekali... dulu saat duduk di bangku
kuliah... kekawatiran seorang dosen pada kecanggihan internet ini nampak pada
saat sebagian dosen memberti tugas kepada mahasiswanya. Tugas yang layak untuk
dikumpulkan dan dinilai adalah tugas yang ditulis tangan. Tentu tulisan tangan
mahasiswa itu sendiri. Tidak boleh dalam bentuk ketikan dan hasil cetak print.
Kebijakan ini tentu bukan tanpa sebab. Tetapi ini bagi penulis merupakan bentuk
kekawatiran seorang dosen atas kecanggihan teknologi internet, yang dengan
mudah mahasiswa megakses dan mencari materi yang telah diberikan kepada oleh
dosen kepadanya. Selain itu dalam tugas membuat karya ilmiah yang berupa
makalah. Banyak dosen yang menolak karya ilmiah tersebut jika dalam barisan
daftar pustaka mencantumkan referensi yang diambil dari internet. Hanya makalah
yang mencantumkan referensi dari buku-buku lah yang diterima dan layak untuk
dipresentasikan di depan kelas. Tentu semua itu ada alasan logis yang
mendasarinya. Bagi penulis dalam pikiran positif, sebenarnya para dosen sedang
mengajari mahasiswa untuk membiasakan pergi ke perputakaan demi menggiatkan
kebiasaan leterasi yang dalam hal ini adalah budaya membaca dari sumber-sumber
yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Bukan berarti pula semua yang disajikan
di internet tidak ilmiah dan tidak bermanfaat. akan tetapi mahasiswa atau siapa
saja yang sedang berproses dalam belajar jika mengandalkan sumber dari internet
saja bukanlah harapan yang baik bagi pembentukan karakter semangat literasi.
Apalagi jika sampai hanya copy paste yang dilakukan tentu
akan berimplikasi negatif bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan karya ilmiah.
Tantangan yang tidak ringan juga sedang dihadapi
oleh dunia pendidikan dalam mencetak generasi yang berkarakter bagi peserta
didiknya. Kecanggihan teknologi saat ini selain memberi pengaruh positif bagi
peserta didik juga banyak memberi pengaruh negatif. Degradasi moral peserta
didik terjadi di sana-sini akibat tidak siapnya menyikapi dan menggunakan
kecanggihan tekonologi. Hampir semua kalangan saat ini dapat mengoperasikan HP
dan sejenisnya. Dapat mengakses informasi sesuai apa yang difikirkan dan
diinginkan. Dalam bentuk tulisan, dambar dan video. Terutama bagi kalangan
anak-anak yang masih dalam tahap perkembangan jika salah menggunakan
kecanggihan ini akan bisa berpengaruh negatif bagi perkembangan jiwa, psikis,
sosial, dan spiritualitasnya. Salah satu
bukti bahwa fonomonena ini terjadi adalah kurun beberapa tahun terakhir minat
orang tua didik dalam memilih lembaga pendidikan yang berbasis agama sangat
tinggi. Kesimpulan yang dapat penulis paparkan adalah adanya harapan yang besar
dari para orang tua didik kepada dunia pendidikan yang berbasis agama akan
kemampuan guru dan pendidiknya dan segala bentuk formula pembelajarannya untuk
membekali nilai-nilai luhur dan pembinaan karakter kepada anak-anaknya.
Sehingga mampu menjadi generasi yang cakap baik secara intelektual, spiritual
dan sosialnya. Sehingga pada ranah yang terkecil juga dapat mampu menyikapi
kemajuan zaman dan pengaruh kecanggihan teknologi dalam bentuk dan model
apapun.
Dari paparan singkat ini dapat diambil
kesimpulan bahwa, kemajuan zaman dan teknologi adalah suatu keniscayaan yang
musti dihadapi oleh seorang pembelajar, baik peserta didik, guru, orang tua dan
siapa saja yang masih butuh untuk belajar. Akan tetapi kesiapan dan kecerdasan
dalam memilah dan memilih untuk menentukan mana yang layak dan tidak layak juga
sebuah keniscayaan yang musti dikedepankan. Sehingga kemajuan teknologi apapun
itu tidak menjadikan salah langkah demi mencapai tujuan belajar, tujuan
bersosial, hingga tujuan hidup. Karena sesungguhnya karya dan hasil dari
kecanggihan berfikir itu semata-mata hanya untuk semakin mendekatkan diri
kepada yang Maha Kuasa, yaitu Alloh Azza Wajalla.
Tentu torehan ini jauh dari kesempurnaan...
jika ditemukan kebaikan, semata-mata
dariNya jika luput semata-mata keterbatasan dari wawasan penulis. Dan semoga
dimaafkan olehNya... aamiin....
*Kamad MI Tarbiyatussibyan Boyolangu

No comments:
Post a Comment
Terimaksih telah berkenan membaca tulisan ini, komentar anda sangat saya hargai. Semoga ada manfaatnya. amin..