google-site-verification=a29cQDLicXmx_KpxGtFuPjFzKNqoMZ3FEdNxkyQfTTk Kang Badi': Berfikir, Menemukan, dan Mengabdikan (sekelumit sisi positif dan negatif kemajuan teknologi)

Berfikir, Menemukan, dan Mengabdikan (sekelumit sisi positif dan negatif kemajuan teknologi)


subadi*

Segala puji bagi Alloh SWT, atas segala limpahan karunia, taufik serta hidayahnya lah kita bisa memulai aktifitas sehari-hari. Sehingga sudah selayaknya kita selalu bersyukur kepadaNya dengan cara menggunakan karunia itu dengan sebaik-baiknya. Salah satu daya yang diberikan pada kita adalah tergeraknya hati, pikiran dan kemampuan untuk menulis dalam rangka menorehkan buah renungan dan pikiran demi secercah harapan timbulnya manfaat baik untuk diri kita sendiri dan juga orang lain. 

Setiap dari manusia adalah sang pembelajar. dengan memposisikan diri sebagai pembelajar seseorang secara otomatis dapat belajar tidak hanya dari materi pelajaran di sekolah dan kampus semata. Seorang pembelajar dapat melakukan proses belajar tidak dibatasi dari sempitnya profesi dan pekerjaan. Seorang pembelajar juga tidak dibatasi oleh usia dan jenis kelamin. Seorang pembelajar tidak dibatsai oleh status sosial. Seorang pembelajar juga tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. seorang pembelajar juga tidak kan kehabisan sumber untuk dijadikan bahan belajar. Karena pembelajar adalah setiap meraka yang masih dapat bernafas dan mau memanfaatkan modal utama yang telah Alloh SWT berikan kepadanya, sebagai anugerah dan sekaligus pembeda dengan makluk yang lain . Modal itu adalah raga yang tercipta dengan sebaik-baik bentuk yang disempurnakan dengan hati dan akal pikiran. Dengan kedua modal tersebut manusia dapat menangkap segala sesuatu yang ada dan terjadi di jagat raya ini. Baik berupa barang-barang, kejadian-kejadian, masalah-masalah, fenomena alam sekitar hingga sesuatu yang terkecil sekalipun. Semua dapat dipelajari dan dikaji oleh mereka yang memposisikan diri sebagai pembelajar. Saat sendiri maupun bersama seorang guru dan bahkan tanpa seorang pendamping sekalipun. 
Setiap yang hadir di muka bumi ini tentu membawa makna dan tujuannya masing-masing. Seperti halnya Alloh SWT menciptakan manusia di muka bumi, selain untuk mengabdi dan menyembah kepadaNya sekaligus sebagai kholifah di muka bumi. Manusia dapat melestarikan, mengatur dan memanfaatkan bumi ini sesuai tuntunan dan tatanan agama dan masyarakat. Manusia pun tentu juga mempunya tujuan hidup yang benar, ialah berproses meraih kebahagian dan keselamatan dunia dan akhrirat “ sa’idun fiddunya wa sa’idun fil akhiroh ” . Sampailah pada maksud dan tujuan dari penulis, bawa setiap orang yang belajar musti mempunyai kesadaran diri bahwa dengan belajar tidak hanya untuk mengikis kebodohan serta menjalankan perintah semata. Tapi lebih dari itu, dengan belajar berarti manusia sedang berfikir dari berbagai sudut pandang yang kemudian akan menghasilkan pengetahuan, temuan-temuan, cipta dan karya. dengan terus berproses diharapkan setiap manusia mampu mengenali siapa dirinya ? lalu dapat mengenali Tuhannya. Sehingga ilmu yang dimiliki dan karya yang dihasilkan mempunyai implikasi kesalehan baik bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain serta alam semesta yang kemudian pada akhirnya dapat menuntunya menjadi orang yang mampu bertaqwa kepada Rob-nya. 
Zaman yang serba mudah, dapat diejawentahkan sebagai hidup pada situasi dan kondisi dimana setiap manusia dimudahkan dalam semua  hal pada semua lini kehidupan. Mudah untuk memenuhi hajat hidup baik dari segi sandang, pangan, dan papan. Bahkan untuk  mengakses segala informasi yang ada di seluruh penjuru dunia. Semua menjadi mudah dari waktu ke waktu. Semua itu terjadi secara dinamis seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Sumbangsih kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi lah yang sebenarnya mendorong kemajuan zaman ini. Segala bentuk penelitian, eksperimen, dan kajian-kajian ilmiah terus dilakukan oleh para ahli dan pakar sehingga mampu menciptakan perangkat-perangkat dan teknologi yang dapat menunjang pemenuhan hajat hidup setiap manusia dalam segala aspek kehidupan. Semua itu haruslah disadari bahwa kehebatan berfikir dan menemukan hal baru yang dimiliki manusia itu,  semata-mata tanda dan bukti bahwa begitu besar anugerah yang telah Alloh SWT berikan kepada manusia. Dengan demikian sudah semestinya kecanggihan berfikir itu hanya diperuntukkan demi menjaga kelestarian alam, menjaga keseimbangan kehidupan, dan meningkatkan kesalehan diri serta peninggkatan pengabdian kepada Sang Khaliq. 
Tentu dalam tulisan ini tak kan mampu mengurai segala bentuk hasil dari kecanggihan berfikir dan penemuannya. Yang pada hakikatnya disebabkan oleh keterbatasan wawasan penulis. Sebagai pelaku pendidikan setidaknya layak dan pantas untuk sedikit bercerita terkait implikasi  kemajuan teknologi informasi dan peserta didik. Semua masyarakat saat ini hampir dapat dipastikan mampu mengakses informasi melalui media yang namanya jejaring internet dengan menggunakan alat/media yang sangat canggih seperti smartfon, androit, dan komputer yang terhubung dengan jaringan internet. Dengan alat tersebut menjadi mudah mengakses semua informasi yang dibutuhkan. Dengan alat tersebut setiap orang dapat melakukan komunkasi jarak jauh. Dengan alat tersebut semua kebutuhan dapat terpenuhi dengan cepat dan mudah. Dengan alat tersebut ide dan gagasan dapat disampaikan. Dan dengan kecanggihan alat tersebut kejadian-kejadian di belahan dunia dapat dengan mudah diakses untuk disimak. Bahkan dengan alat tersebut setiap orang dapat meluapkan kegalauan dan kemarahannya. Setidaknya gambaran secara umum demikian lah.... hehe
Tidak dapat dipungkiri kecanggihan teknologi informasi ini juga menjadi kebutuhan bagi setiap lembaga pendidikan dewasa ini. Salah satu cara untuk menunjukkan eksistensi sebuah lembaga pendidikan kepada masyarakat yang efektif saat ini adalah mensosialisasikan kegiatan dan capaian sebuah lembaga lewat smartfon dan jejaring internet. Segala bentuk informasi yang dimiliki suatu lembaga dengan mudah dan efektif bisa sampai kepada masyarakat luas tanpa harus datang ke lembaga tersebut dengan cukup mengakses internet dan melihat website lembaga tersebut. Bahkan lebih praktis lagi segala informasi dapat terkirim melalui WA dan diunggah di laman Facebook. Bukan hanya itu, dalam penjaringan peserta didik baru, saat ini pendaftaran  melalui jalur Online juga menjadi trend tersendiri, karena lebih praktis dan mudah. 
Semua itu memberi gambaran kepada kita bahwa kecanggihan teknologi dari sisi ini begitu besar manfaat dan perannya dalam kehidupan manusia. Kecanggihan teknologi juga sangat besar perannya bagi peserta didik. Jika dulu kakek dan nenek kita belajar dan sekolah dengan kondisi serba terbatas. Keterbatasan sumber dan alat belajarnya. Sampai ada cerita dan kisa, konon dulu untuk menulis pelajaran di sekolah bukan menggunakan buku layaknya sekarang. Tapi menulis pada papan yang setelah ditulisi dan dipelajari kemudian saat itu juga harus dihapus untuk menulis pelajaran selanjutnya. Begitu dan seterusya..... Belum pada pemenuhan buku sebagai sumber belajarnya yang sangat terbatas dan tak jarang hanya guru yang memiliknya. Kondisi saat itu sangat berbeda dengan keadaan sekarang dimana zaman sudah sangat maju yang ditunjang oleh kemajuan teknologi yang serba canggih. Sekarang buku tulis tersedia banyak, kertas yang melimpah, buku referensi sebagai sumber belajar tersedia dan sangat mudah didapat, sekolah dan perpustakaan terbuka lebar, media belajar yang tinggal digunakan, dan bahkan segala kebutuhan pembelajaran seperti materi, teknik, dan methode nya dapat diakses melalui cenggihan teknologi yang biasa disebut dengan Internet. Dengan kecanggihan teknologi yang satu ini seakan semua menjadi mudah dan murah. Jika kecanggihan teknologi ini digunakan sesuai porsi dan kebutuhanya, dapat dipastikan akan memberi manfaat dan dampak yang luar biasa. Dapat membantu peserta didik menambah wawasan dan pengetahuannya. Dapat membantu menyelesaikan tugas di sekolah seperti mencari artikel, materi tambahan, kamus ilmiyah, kamus bahasa, resep-resep makanan, mencari jawaban dari pertanyaan yang sulit, baik dalam bentuk tulisan, visual, audio visual dan sangat banyak hal lain yang bisa mengandalkan kecanggihan teknologi internet ini. Sungguh luar biasa bukan.
Internet, dan smartfon hari ini mempunyai peran yang sangat luar biasa kepada peserta didik. Baik pengaruh yang positif dan negatif. Sehingga fenomena ini menjadi tantangan sendiri bagi dunia pendidikan. Mulai dari tingat dasar, menengah, atas, sampai pada bangku perkuliahan. Saya masih ingat... ingat sekali... dulu saat duduk di bangku kuliah... kekawatiran seorang dosen pada kecanggihan internet ini nampak pada saat sebagian dosen memberti tugas kepada mahasiswanya. Tugas yang layak untuk dikumpulkan dan dinilai adalah tugas yang ditulis tangan. Tentu tulisan tangan mahasiswa itu sendiri. Tidak boleh dalam bentuk ketikan dan hasil cetak print. Kebijakan ini tentu bukan tanpa sebab. Tetapi ini bagi penulis merupakan bentuk kekawatiran seorang dosen atas kecanggihan teknologi internet, yang dengan mudah mahasiswa megakses dan mencari materi yang telah diberikan kepada oleh dosen kepadanya. Selain itu dalam tugas membuat karya ilmiah yang berupa makalah. Banyak dosen yang menolak karya ilmiah tersebut jika dalam barisan daftar pustaka mencantumkan referensi yang diambil dari internet. Hanya makalah yang mencantumkan referensi dari buku-buku lah yang diterima dan layak untuk dipresentasikan di depan kelas. Tentu semua itu ada alasan logis yang mendasarinya. Bagi penulis dalam pikiran positif, sebenarnya para dosen sedang mengajari mahasiswa untuk membiasakan pergi ke perputakaan demi menggiatkan kebiasaan leterasi yang dalam hal ini adalah budaya membaca dari sumber-sumber yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Bukan berarti pula semua yang disajikan di internet tidak ilmiah dan tidak bermanfaat. akan tetapi mahasiswa atau siapa saja yang sedang berproses dalam belajar jika mengandalkan sumber dari internet saja bukanlah harapan yang baik bagi pembentukan karakter semangat literasi. Apalagi jika sampai hanya copy paste yang dilakukan   tentu akan berimplikasi negatif bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan karya ilmiah.
Tantangan yang tidak ringan juga sedang dihadapi oleh dunia pendidikan dalam mencetak generasi yang berkarakter bagi peserta didiknya. Kecanggihan teknologi saat ini selain memberi pengaruh positif bagi peserta didik juga banyak memberi pengaruh negatif. Degradasi moral peserta didik terjadi di sana-sini akibat tidak siapnya menyikapi dan menggunakan kecanggihan tekonologi. Hampir semua kalangan saat ini dapat mengoperasikan HP dan sejenisnya. Dapat mengakses informasi sesuai apa yang difikirkan dan diinginkan. Dalam bentuk tulisan, dambar dan video. Terutama bagi kalangan anak-anak yang masih dalam tahap perkembangan jika salah menggunakan kecanggihan ini akan bisa berpengaruh negatif bagi perkembangan jiwa, psikis, sosial, dan spiritualitasnya.  Salah satu bukti bahwa fonomonena ini terjadi adalah kurun beberapa tahun terakhir minat orang tua didik dalam memilih lembaga pendidikan yang berbasis agama sangat tinggi. Kesimpulan yang dapat penulis paparkan adalah adanya harapan yang besar dari para orang tua didik kepada dunia pendidikan yang berbasis agama akan kemampuan guru dan pendidiknya dan segala bentuk formula pembelajarannya untuk membekali nilai-nilai luhur dan pembinaan karakter kepada anak-anaknya. Sehingga mampu menjadi generasi yang cakap baik secara intelektual, spiritual dan sosialnya. Sehingga pada ranah yang terkecil juga dapat mampu menyikapi kemajuan zaman dan pengaruh kecanggihan teknologi dalam bentuk dan model apapun. 
Dari paparan singkat ini dapat diambil kesimpulan bahwa, kemajuan zaman dan teknologi adalah suatu keniscayaan yang musti dihadapi oleh seorang pembelajar, baik peserta didik, guru, orang tua dan siapa saja yang masih butuh untuk belajar. Akan tetapi kesiapan dan kecerdasan dalam memilah dan memilih untuk menentukan mana yang layak dan tidak layak juga sebuah keniscayaan yang musti dikedepankan. Sehingga kemajuan teknologi apapun itu tidak menjadikan salah langkah demi mencapai tujuan belajar, tujuan bersosial, hingga tujuan hidup. Karena sesungguhnya karya dan hasil dari kecanggihan berfikir itu semata-mata hanya untuk semakin mendekatkan diri kepada yang Maha Kuasa, yaitu Alloh Azza Wajalla.
Tentu torehan ini jauh dari kesempurnaan... jika ditemukan kebaikan,  semata-mata dariNya jika luput semata-mata keterbatasan dari wawasan penulis. Dan semoga dimaafkan olehNya... aamiin....

*Kamad MI Tarbiyatussibyan Boyolangu











No comments:

Post a Comment

Terimaksih telah berkenan membaca tulisan ini, komentar anda sangat saya hargai. Semoga ada manfaatnya. amin..

𝗥𝗮𝗻𝘁𝗮𝗶 𝗞𝗲𝘄𝗮𝗷𝗶𝗯𝗮𝗻

𝘒𝘦𝘸𝘢𝘫𝘪𝘣𝘢𝘯 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘬𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘴𝘰𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘬𝘶𝘪...