google-site-verification=a29cQDLicXmx_KpxGtFuPjFzKNqoMZ3FEdNxkyQfTTk Kang Badi': Banyak Belajar Saat Bimtek ( Diamku Mendengar, Mencatat dan Merenungkan)

Banyak Belajar Saat Bimtek ( Diamku Mendengar, Mencatat dan Merenungkan)



subadi*

Hanya ungkapan syukur alhamdulillah yang terbesit dalam benak dan relung hatiku yang paling dalam. Empat hari berlalu mengikuti proses pendewasaan berfikir dalam rangka membuka cakrawala ilmu untuk pengembangan potensi diri ihwal peran sebagai Kepala Madrsah/ Kamad.

Empat hari yang sangat istimewa, teman-teman yang super, materi yang layak untuk dikaji dan dimatangkan. Terlebih para pemateri yang hebat-hebat, terdidik, terpelajar, komitmen tinggi, karya dan peran serta dedikasinya pada ilmu pengetahuan yang tak lagi punya ruang untuk rasa keraguan. Yang sebenarnya bukan hanya berkutat pada kebutuhan soal bagaimana menjadi Kamad yang didambakan. lebih dari itu, motivasi yang sosok-sosok hebat itu kemukakan, demi aku dan sahabat-sahabatku menjadi pribadi yang profesional dalam pekerjaan dan layak menjadi bagian dari kholifah fil ard.

Diskusi soal pendidikan, tak bisa dilepaskan dari perkembangan, perubahan  yang selalu dinamis seiring kemajuan dan tuntutan zaman. Sehingga sebagai insan pendidikan akan sangat naif jika tidak mengikuti dan terus belajar serta menatap perkembangan yang ada.

Dalam catatan kecil ini, semampu aku mendengar dan mencatat termasuk apa yang aku lihat. Ku torehkan dalam tulisan singkat nan sederhana ini.  Bersiaplah untuk mengikuti ceritaku ini sahabat. hehe

Kuncinya adalah semangat untuk terus belajar dan tekat perjuangan. Mengingat tugas setiap manusia adalah beribadah, bekerja dan berjuang fi sabilillah. Sebagaimana tertulis pada dinding kantor Kemenag. Dan semoga torehan sederhana ini temasuk bagian dari semangat itu. Aamiin.

Belajar membekali diri segala dari segala aspek yang dibutuhkan sebagai seorang pendidik sekaligus sebagai seorang leadher bagi lembaga yang dipimpinnya. Kemudian semangat perjuangan yang musti dipupuk agar seluruh komponen yang diperjuangkan baik nilai, guru, peserta didik, program kegiatan dan sumber daya yang lain dapat sukses seperti yang telah dicita-citakan.

Empat hari itu, saya kebetulan berada di kls A, yang diketuai oleh sosok bersahaja, beliau adalah ustadz Slamet Hariyadi, M.Pd.I, sosok humoris, hamble, dan mudah bergaul. Yang tak asing lagi, saat break jentik jarinya tak lekang dengan sebatang wismilak. Sangat istiqomah dengan yang satu ini, entah apa yang istimewa dari yang satu itu. Mungkin menjadi bagian dari sumber inspirasi dan kebahagiaan. Hehe

Menyoal peran seorang Kamad, sebagaimana yang disampaikan oleh Dr. H. Abdul aziz, seorang Kamad mempunyai peran sebagai “agen of change”. Peran ini dapat diejawentahkan bahwa Kamad harus mampu mengupayakan perubahan yang signifikan dari segala aspek potensi yang dimiliki lembaga menuju lembaga yang maju dan layak untuk diminati masyarakat. Tentu perubahan yang dimaksud adalah semangat perubahan  menuju nilai poistif dan bermartabat. Perubahan dari kondisi saat ini menuju kondisi yang lebih baik dan bermanfaat. Selaras dengan slogan  “ hari ini harus lebih baik dari pada hari kemarin”.

Banyak hal yang musti diperhatikan oleh seorang kamad sebagai agen perubahan, yang saya ingat diantaranya adalah perubahan kepribadian, sosial, pembelajaran, pengembangan madrsah, managemen sumberdaya, interpreneur dan perubahan cara memanfaatkan teknologi dan informasi. Sebagaimana yang Pak Aziz telah ulas.

Dalam rangka usaha dan ihtiyar perubahan ini, tentu ada hal yang sangat menarik yang mejadi landasan utama, ialah tuntutan kecerdasan intelektual dan spiritual seorang Kamad sehingga sosok ini mampu merumuskan nilai-nilai spiritual dan inteleketual yang layak diperjuangkan dan mampu memimpin untuk memperjuangkan nilai-nilai tersebut.

Pemimpin yang hebat adalah pemimpin yang mempunyai visi yang mantap, mempunyai idealisme yang tangguh, hingga mempunyai karakter yang mulia dan mempunyai tekad yang kuat untuk memperjuangkan nilai-nilai di lembaga yang dipimpinya. Hemat saya, tanpa semua itu tentu tidak akan maksimal dalam mecapai tujuan-tujuan sebagaimana tertuang pada visi dan misi madrasah. Dan alhmdulillah... Bimtek dalam rangka penguatan kompetensi madrsah ini dapat memberi motivasi dan pencerahan yang luar biasa...

Setiap lembaga pendidikan tentu telah merumuskan dan mencanangkan program pendidikan baik akademik, ektra kurikuler, kegiatan keagamaan, pembiasaan, ketrampilan, seni dan budaya sesuai dengan karakter lembaga dan peserta didiknya yang selaras dengan tujuan dan cita-cita yang akan dicapai. 

Disini saya teringat dengan apa yang disampaikan  Dr. Amin Hasan, sosok pakar pendidikan yang dimiliki oleh PWNU Jatim. Bahwa, seorang kamad bukanlah Super Man, tapi harus mampu membangun yang namanya Super Team. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberdayakan seluruh komponen, terutama para guru, stake holder dan organ-organ yang lain sebagai team yang kokoh  untuk menjalankan roda lembaga dalam rangka tercapainya tujuan yang maksimal. Mampu membangun  Super Team yang baik berarti mampu membangun psikologi yang harmonis, berjalan besama dan semangat gotong-royong bergandengan tangan demi terciptanya team yang kuat dan solid dalam rangka meraih sukses bersama.

Sebagai kepala Madrasah, sosok ini harus sadar bahwa peran dan kompetensi yang dimiliki bukan untuk kesombongan dan merasa paling super. Yang sebenarnya tak lain hanyalah  untuk  dipergunakan membantu guru dalam rangka meningkatkan, mengembangkan kemampuannya dalam mengelola proses pembelajaran, sekaligus untuk mengembangakan potensi lembaga dari seluruh aspek untuk mencapai tujuan pembelajaran. Selaras dengan apa yang disampaikan pak Amin hasan.

Ada sahabat senior yang besahaja, beliau adalah Pak. Mahrus, Kamad MI Buntaran Rejotangan, entah sudah berapa tahun beliau menjadi seorang Kamad, yang jelas sebagaimana yang telah beliau paparkan saat presentasi begitu banyak.  dan semuanya sangat luar biasa. Intinya  dari apa yang telah disampaikan sosok ini layak untuk dipelajari dan adopsi oleh lembaga yang lain. Sangat luar biasa. 

Ada kata yang muncul dibenak saya “semangat interpreneur dan kemandirian”. Segala arah dan potensi yang dimiliki Madrasah tersebut benar-benar dimanfaatkan. Potensi siswa yang banyak, relasi yang luar biasa, pengembangan keuangan dalam bentuk koperasi dan BMT, dll.. hingga menjadi madrasah yang mandiri dan sudah barang tentu kesejahteraan guru bakal tercapai. Yang mulia lagi, bagi sipa saja yang ingin belajar beliau membuka pintu selebar-lebanya.

Dari sini, nampak bahwa peran seorang Kamad sebagai Interprenuer terlaksana dengan baik. Semangat kewirausahaan bukan hanya soal bagaimana caranya mencari segepit uang dan emas. Jiwa kewirausahaan yang juga termasuk kompetensi Kamad ini, dapat diejawentahakan bahwa seorang Kamad dituntut kreatif, mampu membaca peluang, punya skill untuk mempromosikan, mampu menciptakan, dan mempunyai gagasan-gagasan baru untuk mengembangkan madrsah dengan baik, potensi strategis lembaga, masyarakat, siswa dan gurunya. Semuanya terprogram dan dikembangakan sesuai target yang dicita-citakan. Setidaknya itu yang terbesit di benak yang rapuh ini.

Dr. As’aril Muhajir, M.Ag, sosok hebat yang satu ini, sudah lama aku kenal. Mulai dari bangku kuliah, dosen tarjamah juga metodologi pembelajaran bahasa arab dll. sekaligus dosen penguji skripsi saat itu. Semoga panjang umur dan terus semangat dalam menebar ilmu pak.... aaminn.... dari sekian cerita yang beliau paparkan ada hal yang menarik bagi saya, mungkin juga teman-teman se kelas. Apa itu ? ialah soal “ kepribadian”.

Hamat saya, apapun posisi dan peran kita, ihwal kepribadian sebagai salah satu kompetensi  yang wajib dikedepankan. Terlebih peran sebagai kepala madrsah. Seorang Kamad harus layak menjadi model bagi guru, siswa, dan masyarakat pada umumnya. Gerak geriknya harus mencerminkan nilai-nilai luhur baik secara intelektual dan spiritual hingga peran sosialnya.   Kamad haruslah cerdas, terkandung maksud, ia harus mamahami dan mengerti tentang kompetensi yang musti dimiliki. Dengan  kecerdasan itu diharapkan mampu menyelesaikan setiap masalah yang ada hingga mampu mengelola konflik dengan baik.  Ranah spiritual, diphami bahwa seluruh kegiatan pengembangan madrasah harus didasari semangat pengabdian dan perjuangan mengemban amanat pendidikan.

Oleh karena itu, seorang Kamad wajib membekali diri dengan pemahanan nilai agama yang baik, sehingga setiap tindakan baik ucapan, tingkah lagu hingga cara berpenampilan mencerminkan insan yang sholih sesuai tatanan agama yang benar. Layak menjadi model bagi guru, siswa dan masyarakat sekitar. Berjiwa sosial, berarti seorang Kamad harus punya simpati, empati dan rasa cinta untuk sesama, terutama bagi guru dan anak didik. Pak Aril, menyebut dengan ; care, sincare and love.

Sampailah pada sosok muda yang Smart dan super, Beliau ialah Dr. Ngainun Naim, yang tak asing lagi sosok satu ini, sejauh pengamatan saya sosok Dosen yang banyak diceritakan oleh para mahasiswanya, hanya cerita positif yang terdengar. Yaaa... memang demikian adanya. Patut diteladani dengan semangat membaca dan menulisnya, dan saat ini tulisan beliau sudah puluhan tercetak dan sudah barang tentu kontribusi yang luar biasa bagi hasanah ilmu pengetahuan hingga upaya mencerdaskan generasi bangsa.  Terusss sehat pak Naim, semangat dan karya mu kan jadi amal jariyah panjenengan.  Amiin.

Ada kalimat yang bagiku sangat istimewa “ingatan bisa lupa, cacatan mengingatkat”. Terbesit dalam hatiku, Al-qur’an dulu hanyalah diucapkan dan dihafalkan, disampaikan Jibril kepada Nabi Muhammad, sampai pada para Shahabat hingga kini sampai pada kita sebagai  peta penuntun arah menuju kebahagiaan dunia akhirat. Dan saat itu terjadi kekawatiran akan hilang dan perubahannya seiring berjalannya waktu. Dan pada suatu saat diputuskanlah Al-qur’an harus dibukukan dalam bentuk Mushaf. 

walhasil,  dengan semangat literasi tersebut al-qur’an sampai sekarang terjaga keaslian dan kemurnianya. Alhmdulillah.... Benar,  semua itu tentu sudah dikehendak oleh Alloh SWT. Karena memang sudah dijanjikan bahwa Alloh lah yg akan menjaganya. Tetapi dari situ dapat saya ambil kesimpulan, dengan semangat literasi dan menulis, gagasan-gagasan, cerita-cerita,  ide-ide,  dan penemuan-penemuan tak akan hilang dan tak kan mudah dilupakan, apalagi dipalsukan. Dan sudah barang tentu akan memberi kemanfaatan untuk generasi saat itu juga yang akan datang.

Terima kasih Pak Naim, panjenengan sudah memberi pencerahan bahwa “Menulis” bukan hanya penting, tapi juga sangat bermanfaat. Bicara soal menulis berati tak bisa dipisahkan dari semangat gemar membaca.  Terutama bagi seorang guru juga kepala Madrasah, sangat naif jika alergi membaca dan menulis. Tanpa itu mustahil pengetahuan, wawasan dan kemampuan seorang pendidik akan luas.  Sehingga bisa dipastikan kecakapan dalam proses pembelajaran menjadi tidak maksimal. yang disebabkan oleh sempitnya kacrawala ilmu, teknik dan metode pembelajrannya. Naif sekali ternyata malas membaca itu yaaa..... hehe

Terakhir saya teringat dengan motto sosok yang hebat nan homuris, profesional dan poworfull. Ialah Dr. Widayanto. “ BE A GOOD TEACHER OR NOTING” coba sahabat renungkan, sambil memejamkan mata sejenak... peran sebagai guru/Kamad bukanlah pekerjaan yang mudah dan bisa dibuat main-main. Karena peran ini sebenarnya memikul tanggug jawab yang besar. Bagaimana tidak, peran ini sedang berjuang mengantarkan manusia menjadi manusia seutuhnya. Sosok yang sedang berjuang mengembangkan potensi peseta didik. Sosok yang sedang berjuang mengembangkan madrasah dari segala arah. Sosok yang sedang berjuang menjadi layak dan patut untuk menjadi teladan yang baik.  Berat bukan ? sangat berat...  Yakini setulus hati bahwa peran kita saat ini bukanlah semata pilihan kita, tetapi sebuah peran yang sudah dipilih oleh Alloh SWT untuk kita. Kita dianggap mampu dan layak untuk mengembannya.

Dengan keyakinan itu,  percayalah bahwa pertolonganNya akan selalu menyertai kita disetiap gerak hati dan langkah kita dalam mengemban amanah. Dan jangan lupa terus belajar untuk membekali diri dan kerjakan  dengan ikhlas lillahi Ta’ala.

Alhmdulillah... terimakasih para sahabat dan para guru, tentu torehan tinta yang sangat sedikit ini tak mungkin cukup menggambarkan 4 hari yang telah berlalu itu. Mohon maaf....

*Kamad MI Tarbiyatussibyan Boyolangu


No comments:

Post a Comment

Terimaksih telah berkenan membaca tulisan ini, komentar anda sangat saya hargai. Semoga ada manfaatnya. amin..

𝗥𝗮𝗻𝘁𝗮𝗶 𝗞𝗲𝘄𝗮𝗷𝗶𝗯𝗮𝗻

𝘒𝘦𝘸𝘢𝘫𝘪𝘣𝘢𝘯 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘬𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘴𝘰𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘬𝘶𝘪...