subadi*
Hanya ungkapan syukur alhamdulillah yang terbesit dalam benak dan relung hatiku yang paling dalam. Empat hari berlalu mengikuti proses pendewasaan berfikir dalam rangka membuka cakrawala ilmu untuk pengembangan potensi diri ihwal peran sebagai Kepala Madrsah/ Kamad.
Hanya ungkapan syukur alhamdulillah yang terbesit dalam benak dan relung hatiku yang paling dalam. Empat hari berlalu mengikuti proses pendewasaan berfikir dalam rangka membuka cakrawala ilmu untuk pengembangan potensi diri ihwal peran sebagai Kepala Madrsah/ Kamad.
Empat hari yang sangat
istimewa, teman-teman yang super, materi yang layak untuk dikaji dan
dimatangkan. Terlebih para pemateri yang hebat-hebat, terdidik, terpelajar,
komitmen tinggi, karya dan peran serta dedikasinya pada ilmu pengetahuan yang
tak lagi punya ruang untuk rasa keraguan. Yang sebenarnya bukan hanya berkutat
pada kebutuhan soal bagaimana menjadi Kamad yang didambakan. lebih dari itu,
motivasi yang sosok-sosok hebat itu kemukakan, demi aku dan sahabat-sahabatku
menjadi pribadi yang profesional dalam
pekerjaan dan layak menjadi bagian dari kholifah fil ard.
Diskusi soal pendidikan, tak bisa dilepaskan dari perkembangan,
perubahan yang selalu dinamis seiring
kemajuan dan tuntutan zaman. Sehingga sebagai insan pendidikan akan sangat naif
jika tidak mengikuti dan terus belajar serta menatap perkembangan yang ada.
Dalam catatan kecil ini, semampu aku mendengar dan mencatat termasuk apa yang
aku lihat. Ku torehkan dalam tulisan singkat nan sederhana ini. Bersiaplah untuk mengikuti ceritaku ini
sahabat. hehe
Kuncinya adalah semangat untuk terus belajar dan tekat perjuangan.
Mengingat tugas setiap manusia adalah beribadah, bekerja dan berjuang fi
sabilillah. Sebagaimana tertulis pada dinding kantor Kemenag. Dan
semoga torehan sederhana ini temasuk bagian dari semangat itu. Aamiin.
Belajar membekali diri segala dari segala
aspek yang dibutuhkan sebagai seorang pendidik sekaligus sebagai seorang
leadher bagi lembaga yang dipimpinnya. Kemudian semangat perjuangan yang musti
dipupuk agar seluruh komponen yang diperjuangkan baik nilai, guru, peserta
didik, program kegiatan dan sumber daya yang lain
dapat sukses seperti yang telah dicita-citakan.
Empat hari itu, saya kebetulan berada di kls A, yang diketuai oleh
sosok bersahaja, beliau adalah ustadz Slamet Hariyadi, M.Pd.I, sosok humoris,
hamble, dan mudah bergaul. Yang tak asing lagi, saat break jentik jarinya tak
lekang dengan sebatang wismilak. Sangat istiqomah dengan yang satu ini,
entah apa yang istimewa dari yang satu itu. Mungkin menjadi bagian dari sumber inspirasi
dan kebahagiaan. Hehe
Menyoal peran seorang Kamad, sebagaimana yang disampaikan oleh Dr.
H. Abdul aziz, seorang Kamad mempunyai peran sebagai “agen of change”.
Peran ini dapat diejawentahkan bahwa Kamad harus
mampu mengupayakan perubahan yang signifikan dari segala aspek potensi yang
dimiliki lembaga menuju lembaga yang maju dan layak untuk diminati masyarakat.
Tentu perubahan yang dimaksud adalah semangat perubahan menuju nilai poistif dan bermartabat. Perubahan
dari kondisi saat ini menuju kondisi yang lebih baik dan bermanfaat. Selaras
dengan slogan “ hari ini harus lebih
baik dari pada hari kemarin”.
Banyak hal yang musti diperhatikan oleh seorang kamad sebagai agen
perubahan, yang saya ingat diantaranya adalah perubahan kepribadian, sosial,
pembelajaran, pengembangan madrsah, managemen sumberdaya, interpreneur dan
perubahan cara memanfaatkan teknologi dan informasi. Sebagaimana yang Pak Aziz
telah ulas.
Dalam rangka usaha dan ihtiyar perubahan ini, tentu ada hal yang
sangat menarik yang mejadi landasan utama, ialah tuntutan kecerdasan
intelektual dan spiritual seorang Kamad sehingga sosok ini mampu
merumuskan nilai-nilai spiritual dan inteleketual yang layak diperjuangkan dan
mampu memimpin untuk memperjuangkan nilai-nilai tersebut.
Pemimpin yang hebat adalah pemimpin yang mempunyai visi yang
mantap, mempunyai idealisme yang tangguh, hingga mempunyai karakter yang mulia
dan mempunyai tekad yang kuat untuk memperjuangkan nilai-nilai di lembaga yang
dipimpinya. Hemat saya, tanpa semua itu tentu tidak akan maksimal dalam mecapai
tujuan-tujuan sebagaimana tertuang pada visi dan misi madrasah. Dan
alhmdulillah... Bimtek dalam rangka penguatan kompetensi madrsah ini dapat
memberi motivasi dan pencerahan yang luar biasa...
Setiap lembaga pendidikan tentu telah merumuskan dan mencanangkan
program pendidikan baik akademik, ektra kurikuler, kegiatan keagamaan,
pembiasaan, ketrampilan, seni dan budaya sesuai dengan karakter lembaga dan
peserta didiknya yang selaras dengan tujuan dan cita-cita yang akan dicapai.
Disini saya teringat dengan apa yang disampaikan Dr. Amin Hasan, sosok pakar pendidikan yang
dimiliki oleh PWNU Jatim. Bahwa, seorang kamad bukanlah Super Man, tapi
harus mampu membangun yang namanya Super Team. Pemimpin yang baik adalah
pemimpin yang mampu memberdayakan seluruh komponen, terutama para guru, stake
holder dan organ-organ yang lain sebagai team yang kokoh untuk menjalankan roda lembaga dalam rangka
tercapainya tujuan yang maksimal. Mampu membangun Super Team yang baik berarti mampu membangun
psikologi yang harmonis, berjalan besama dan semangat gotong-royong
bergandengan tangan demi terciptanya team yang kuat dan solid dalam rangka
meraih sukses bersama.
Sebagai kepala Madrasah, sosok ini harus sadar bahwa peran dan
kompetensi yang dimiliki bukan untuk kesombongan dan merasa paling super. Yang
sebenarnya tak lain hanyalah untuk dipergunakan membantu guru dalam rangka
meningkatkan, mengembangkan kemampuannya dalam mengelola proses pembelajaran,
sekaligus untuk mengembangakan potensi lembaga dari seluruh aspek untuk
mencapai tujuan pembelajaran. Selaras dengan apa yang disampaikan pak Amin
hasan.
Ada sahabat senior yang besahaja, beliau adalah Pak. Mahrus, Kamad
MI Buntaran Rejotangan, entah sudah berapa tahun beliau menjadi seorang Kamad,
yang jelas sebagaimana yang telah beliau paparkan saat presentasi begitu
banyak. dan semuanya sangat luar biasa.
Intinya dari apa yang telah disampaikan
sosok ini layak untuk dipelajari dan adopsi oleh lembaga yang lain. Sangat luar
biasa.
Ada kata yang muncul dibenak saya “semangat interpreneur dan
kemandirian”. Segala arah dan potensi yang dimiliki Madrasah tersebut
benar-benar dimanfaatkan. Potensi siswa yang banyak, relasi yang luar biasa,
pengembangan keuangan dalam bentuk koperasi dan BMT, dll.. hingga menjadi
madrasah yang mandiri dan sudah barang tentu kesejahteraan guru bakal tercapai.
Yang mulia lagi, bagi sipa saja yang ingin belajar beliau membuka pintu
selebar-lebanya.
Dari sini, nampak bahwa peran seorang Kamad sebagai Interprenuer
terlaksana dengan baik. Semangat kewirausahaan bukan hanya soal bagaimana
caranya mencari segepit uang dan emas. Jiwa kewirausahaan yang juga termasuk
kompetensi Kamad ini, dapat diejawentahakan bahwa seorang Kamad dituntut
kreatif, mampu membaca peluang, punya skill untuk mempromosikan, mampu
menciptakan, dan mempunyai gagasan-gagasan baru untuk mengembangkan madrsah
dengan baik, potensi strategis lembaga, masyarakat, siswa dan gurunya. Semuanya
terprogram dan dikembangakan sesuai target yang dicita-citakan. Setidaknya itu
yang terbesit di benak yang rapuh ini.
Dr. As’aril Muhajir, M.Ag, sosok hebat yang satu ini, sudah lama
aku kenal. Mulai dari bangku kuliah, dosen tarjamah juga metodologi
pembelajaran bahasa arab dll. sekaligus dosen penguji skripsi saat itu. Semoga
panjang umur dan terus semangat dalam menebar ilmu pak.... aaminn.... dari
sekian cerita yang beliau paparkan ada hal yang menarik bagi saya, mungkin juga
teman-teman se kelas. Apa itu ? ialah soal “ kepribadian”.
Hamat saya,
apapun posisi dan peran kita, ihwal kepribadian sebagai salah satu
kompetensi yang wajib dikedepankan.
Terlebih peran sebagai kepala madrsah. Seorang Kamad harus layak menjadi model
bagi guru, siswa, dan masyarakat pada umumnya. Gerak geriknya harus
mencerminkan nilai-nilai luhur baik secara intelektual dan spiritual hingga
peran sosialnya. Kamad haruslah cerdas,
terkandung maksud, ia harus mamahami dan mengerti tentang kompetensi yang musti
dimiliki. Dengan kecerdasan itu
diharapkan mampu menyelesaikan setiap masalah yang ada hingga mampu mengelola
konflik dengan baik. Ranah spiritual,
diphami bahwa seluruh kegiatan pengembangan madrasah harus didasari semangat
pengabdian dan perjuangan mengemban amanat pendidikan.
Oleh karena itu, seorang
Kamad wajib membekali diri dengan pemahanan nilai agama yang baik, sehingga
setiap tindakan baik ucapan, tingkah lagu hingga cara berpenampilan
mencerminkan insan yang sholih sesuai tatanan agama yang benar. Layak menjadi
model bagi guru, siswa dan masyarakat sekitar. Berjiwa sosial, berarti seorang
Kamad harus punya simpati, empati dan rasa cinta untuk sesama, terutama bagi
guru dan anak didik. Pak Aril, menyebut dengan ; care, sincare and love.
Sampailah pada sosok muda yang Smart dan super, Beliau ialah Dr.
Ngainun Naim, yang tak asing lagi sosok satu ini, sejauh pengamatan saya sosok
Dosen yang banyak diceritakan oleh para mahasiswanya, hanya cerita positif yang
terdengar. Yaaa... memang demikian adanya. Patut diteladani dengan semangat
membaca dan menulisnya, dan saat ini tulisan beliau sudah puluhan tercetak dan
sudah barang tentu kontribusi yang luar biasa bagi hasanah ilmu pengetahuan
hingga upaya mencerdaskan generasi bangsa.
Terusss sehat pak Naim, semangat dan karya mu kan jadi amal jariyah
panjenengan. Amiin.
Ada kalimat yang bagiku sangat istimewa “ingatan bisa lupa,
cacatan mengingatkat”. Terbesit dalam hatiku, Al-qur’an dulu hanyalah
diucapkan dan dihafalkan, disampaikan Jibril kepada Nabi Muhammad, sampai pada
para Shahabat hingga kini sampai pada kita sebagai peta penuntun arah menuju kebahagiaan dunia
akhirat. Dan saat itu terjadi kekawatiran akan hilang dan perubahannya seiring
berjalannya waktu. Dan pada suatu saat diputuskanlah Al-qur’an harus dibukukan
dalam bentuk Mushaf.
walhasil, dengan
semangat literasi tersebut al-qur’an sampai sekarang terjaga keaslian dan
kemurnianya. Alhmdulillah.... Benar,
semua itu tentu sudah dikehendak oleh Alloh SWT. Karena memang sudah
dijanjikan bahwa Alloh lah yg akan menjaganya. Tetapi dari situ dapat saya
ambil kesimpulan, dengan semangat literasi dan menulis, gagasan-gagasan,
cerita-cerita, ide-ide, dan penemuan-penemuan tak akan hilang dan tak
kan mudah dilupakan, apalagi dipalsukan. Dan sudah barang tentu akan memberi
kemanfaatan untuk generasi saat itu juga yang akan datang.
Terima kasih Pak Naim, panjenengan sudah memberi pencerahan bahwa
“Menulis” bukan hanya penting, tapi juga sangat bermanfaat. Bicara soal menulis
berati tak bisa dipisahkan dari semangat gemar membaca. Terutama bagi seorang guru juga kepala
Madrasah, sangat naif jika alergi membaca dan menulis. Tanpa itu mustahil
pengetahuan, wawasan dan kemampuan seorang pendidik akan luas. Sehingga bisa dipastikan kecakapan dalam
proses pembelajaran menjadi tidak maksimal. yang disebabkan oleh sempitnya
kacrawala ilmu, teknik dan metode pembelajrannya. Naif sekali ternyata malas
membaca itu yaaa..... hehe
Terakhir saya teringat dengan motto sosok yang hebat nan homuris,
profesional dan poworfull. Ialah Dr. Widayanto. “ BE A GOOD TEACHER OR
NOTING” coba sahabat renungkan, sambil memejamkan mata sejenak... peran
sebagai guru/Kamad bukanlah pekerjaan yang mudah dan bisa dibuat main-main.
Karena peran ini sebenarnya memikul tanggug jawab yang besar. Bagaimana tidak,
peran ini sedang berjuang mengantarkan manusia menjadi manusia seutuhnya. Sosok
yang sedang berjuang mengembangkan potensi peseta didik. Sosok yang sedang
berjuang mengembangkan madrasah dari segala arah. Sosok yang sedang berjuang
menjadi layak dan patut untuk menjadi teladan yang baik. Berat bukan ? sangat berat... Yakini setulus hati bahwa peran kita saat ini
bukanlah semata pilihan kita, tetapi sebuah peran yang sudah dipilih oleh Alloh
SWT untuk kita. Kita dianggap mampu dan layak untuk mengembannya.
Dengan
keyakinan itu, percayalah bahwa
pertolonganNya akan selalu menyertai kita disetiap gerak hati dan langkah kita
dalam mengemban amanah. Dan jangan lupa terus belajar untuk membekali diri dan
kerjakan dengan ikhlas lillahi Ta’ala.
Alhmdulillah... terimakasih para sahabat dan para guru, tentu
torehan tinta yang sangat sedikit ini tak mungkin cukup menggambarkan 4 hari
yang telah berlalu itu. Mohon maaf....
*Kamad MI Tarbiyatussibyan Boyolangu

No comments:
Post a Comment
Terimaksih telah berkenan membaca tulisan ini, komentar anda sangat saya hargai. Semoga ada manfaatnya. amin..