" The Power of Writing "
[Mengasah Keterampilan Menulis untuk Kemajuan Hidup]
ISBN : 978-602-1090-14-5
Karya : Dr. Ngainun Naim
Subadi
Hari ini sabtu, 16 Mei 2020 pagi sekali, sehabis shalat subuh kesempatan yang ada saya gunakan untuk merampungkan membaca buku. Selang beberapa menit kemudian alhamdulillah buku yang penuh inspirasi itu bisa selesai saya baca, karena memang tinggal 3 sub bab terahir saja. Buku yang bagi saya cukup menarik, sarat akan suntikan energi dan makna pentingnya menulis. Ya, buku "The Power of Writing", ditulis oleh Dr. Ngainun Naim. Penulis yang selain berprofesi sebagai dosen tetap di IAIN Tulungagung ini juga aktif sebagai peneliti, penulis buku dan artikel di berbagai media massa. Sampai saat ini, beliau konsisten menggeluti dunia olah kata - menulis- dan cukup banyak karya-karyanya yang sudah betebaran di tengah masyarakat, baik karya itu dalam bentuk buku, artikel, jurnal kampus dan lain sebagainya. Sungguh capaian yang layak untuk diapresiasi.
Mengintip beberapa catatan Penulis yang termaktub di dalam karyanya ini mengindikasikan bahwa Penulis bisa sampai pada capaian -menulis- saat ini, membutuhkan proses panjang yang penuh dengan perjuangan dan kerja keras. Spirit menulis yang dimiliki Penulis pun penuh dengan dinamika. Spirit dan motivasi yang ditorehkan di dalam buku ini sangat layak untuk dijadikan bahan renungan dan dipedomani bagi siapa saja yang ingin menekuni dunia menulis. Berangkat dari awal menekuni aktivitas tulis menulis, mengenalkan eksistensinya sebagai penulis dengan perjuangan menampilkan karyanya di media massa, dan sampai hari ini beliau tetap produktif menulis. Puluhan buku baik secara mandiri maupun kelompok - antologi- banyak tercetak dan betebaran di tengah-tengah masyarakat dan kalangan akademik. Pasti semua itu membutuhkan perjuangan yang tidak ringan, butuh spirit menulis yang kokoh dan stabil.
Buku ini, dengan gaya tutur yang mudah dicerna, pembaca serasa dibawa hanyut dan menikmati kata demi kata yang disajikan. Dengan teknis penyajian yang seperti ini akan membuat pembaca mudah memahami dan menangkap makna yang hendak disampaikan Penulis. Penulis menyuguhkan banyak hal tentang "menulis", yang hemat saya sangat layak dan perlu dijadikan bahan motivasi bagi penulis lain, terutama penulis pemula. Buku ini akan sangat bermanfaat, untuk dinikamati oleh siapa saja yang mempunyai cita-cita atau keinginan mengembangkan ketrampilan menulis.
Sejauh kemampuan saya menangkap makna, mulai awal hingga akhir isi buku ini, tidak hanya baik dan cocok dibaca oleh kalangan mahasiswa dan penulis saja. Saya meyakini bahwa buku ini juga sangat layak dan tepat menjadi menu bacaan semua kalangan, terutama anak-anak usia remaja, komunitas tanggap iptek, dan pelajar -SMP/SMA- baik, yang mempunyai modal spirit dan keinginan menulis atau pun tidak. Karena dengan membaca buku ini dengan sungguh-sungguh dapat memungkinkan tergeraknya hati untuk lebih mencintai dunia literasi - membaca dan menulis -. Sungguh, buku ini disajikan dengan bahasa yang bagi saya mudah dicerna, pilihan kata yang lugas dan dilengkapi dengan cerita yang menginspirasi. Sehingga tidak menjenuhkan bagi pembacanya. Ini mengindikasikan bahwa Penulisnya mempunyai disiplin literasi yang baik, ketekunan dalam menulis, dan kesungguhan dalam menyajikan sebuah karya, tidak asal jadi.
Buku ini kaya akan inspirasi dan sarat akan motivasi menulis. Baik inspirasi itu bersumber dari penulis sendiri serta goresan-goresan cerita inspiratif yang disajikan penulis dari para Penulis produktif lainnya, mulai orang biasa, guru, sahabat, tokoh, hingga idola Penulis. Semuanya dapat kita nikmati kisah-kisahnya dengan baik di dalam buku ini. Seperti Wisnubroto Widarso, The Liang Gie, Sri Lestari seoarang TKW, Hamka, Ajib Rosyidi, dan masih banyak lagi deretan Penulis inspiratif lainnya. Seluruhnya disajikan dalam buku ini dengan tutur yang mudah dipahami. Membaca dan mendalaminya ada keasyikan tersendiri, sarat akan sumbangan wawasan, dan pancaran energi positif yang begitu terasa. Sungguh.
Bagi saya, yang lebih menarik lagi, sejauh kemampuan saya menangkap makna dari sekian inspirasi dan motivasi menulis yang yang ditorehkan dari buku ini, jika boleh saya tegaskan bahwa Penulis dalam menekuni dunia tulis, condong kepada motivasi transendental. Gambaran Ini, tidak hanya saya tangkap dari Penulis saja, tetapi juga dari pelajaran para tokoh yang disajikan. Motivasi menulis yang tidak sekedar menjaring efek material duniawai semata, tetapi spirit menulis yang dilandaskan pada semangat berbagi untuk sesama, praktik menulis sebagai proses belajar dan mengajarkan pengetahuan. Semangat yang diusung ini hanya pantas disebut sebagai ibadah. Bangunan spirit dan motivasi inilah yang sangat nampak sekali mulai dari awal bahasan buku sampai bagian yang paling akhir. Menulis pasti membutuhkan energi yang sangat besar, hanya orang-orang yang menpunyai tekat besar pulalah yang dapat menyelesaikan setiap tulisannya dengan baik, tentu atas bimbingan Allah Ta'ala.
Sebagai gambaran saja, buku ini terdiri dari enam bab. Bab I; Spirit Menulis, yang terdiri dari 12 sub bab. Bab II; Motivasi Menulis, yang terdiri dari 10 sub bab. Bab III; Alasan Menulis, yang terdiri dari 4 sub bab. Bab IV; Hambatan Menulis, yang terdiri dari 7 sub bab. Bab V; Strategi Menulis, yang terdiri dari 8 sub bab. dan Bab VI; Belajar Menulis Dari Para Tokoh, yang terdiri dari 9 sub bab.
Jika dilihat dari komposisinya, jelas buku ini tidak hanya sekedar buku tentang motivasi menulis saja. Lebih jauh dari itu, buku ini kaya akan pengetahuan tentang "menulis", mulai dari cara membangun, mengembangkan, dan menjaga spirit menulis. Disambung sajian motivasi tentang menulis yang sarat akan keistimewaan yang melekat pada diri seorang penulis, nilai bersyukur, keikhlasan dan perjuangan, misalnya. Banyak sekali nilai-nilai positif yang dapat membangun motivasi menulis yang disajikan oleh buku ini. Lengkap dengan deretan cara dan teknik menulis menjadikan motivasi serta dorongan untuk menulis yang ingin dibangun oleh buku ini menjadi lebih maksimal.
Menulis, sebagai bagian dari proses belajar yang notabene sarat akan manfaat ini, pada kenyataannya, tidak setiap orang sanggup untuk menjadi penulis sesungguhnya. Dengan hadirnya buku ini setiap pembaca akan terdorong dan termotivasi untuk menulis. Dalam buku ini disajikan alasan menulis, pada bab III. Meskipun tidak terlalu menukik, tetapi secara keseluruhan bahasan buku ini secara langsung mendorong orang untuk menekuni dunia menulis. Menulis memang membutuhkan komitmen yang kuat, ketekunan, rajin, dan terus berusaha menulis. Sehingga hambatan-hambatan yang menghampiri menulis bisa tersisisihkan dengan sendirinya. Dalam hal hambatan menulis, dengan panjang lebar dijelaskan dalam bab IV dalam bentuk sajian yang cukup menarik. Hambatan itu menjadi bagian yang tak terelakkan dari setiap aktivitas apapun, termasuk menulis, oleh karena itu harus disikapi oleh seorang penulis sehingga tidak mengganggu produktivitas menulis.
Tidak hanya berhenti sampai di sini, sajian yang menarik terus diukir dalam buku ini, selepas penulis mengurai tentang hambatan menulis, kini masuk pada bagian Strategi Menulis, yang tertuang pada bab V. Jika ingin menjadi penulis yang baik, materi ini sangat membantu untuk menghasilkan tulisan yang bagus, tulisan yang layak disajikan. Seorang penulis yang sesungguhnya akan terus memperkaya dirinya dengan pengetahuan, pengetahuan salah satunya akan didadapat dengan cara membaca dan membaca. Kegiatan membaca ini tidak boleh terabaikan oleh seorang penulis. Dalam hal membaca, pembaca yang baik musti berusaha mengikat makna yang terkandung dalam teks bacaan tersebut. Ini secara apik disajikan pada sub bab ke 2. [ membaca itu gizi menulis], membaca dan menulis adalah 2 bagian yang tak terpisahkan, keduanya saling berkaitan. Strategi yang lain, secara aplikatif disajikan panjang lebar, tetapi penuh dengan makna yang mendalam. Jika kita mampu manjalankannya dalam praktik menulis, sangat dimungkinkan selain kita menjadi penulis yang produktif, karya kita pun akan layak disuguhkan.
Bagian terakhir, bab VI, di sini banyak tokoh penulis yang dijadikan contoh, sosok penulis teladan yang digali ilmu menulisnya oleh Dr. Ngainun Naim, mereka adalah Prof. Yudian wahyudi, Ph.D., N. Mursidi., The Liang Gie.,Wawan Susetya, dan Zara Zettira ZR., semua tokoh ini menjadi sumber inspirasi menulis, perjuangannya, cara menulis yang ditempuh, dan nilai-nilai luhur yang hendak ditorehkan, semuanya layak untuk dijadikan rujukan demi menjadi penulis yang tangguh dan penuh tanggung jawab.
Buku ini penuh energi positif dan mendorong setiap yang membaca untuk bergerak majum enebar manfaat. Membaca, menulis, merenung, bertindak positif dalam karya tulisan dan etika.
Punjul s/d Boyolangu, Sabtu, 16 Mei 2020
Mengintip beberapa catatan Penulis yang termaktub di dalam karyanya ini mengindikasikan bahwa Penulis bisa sampai pada capaian -menulis- saat ini, membutuhkan proses panjang yang penuh dengan perjuangan dan kerja keras. Spirit menulis yang dimiliki Penulis pun penuh dengan dinamika. Spirit dan motivasi yang ditorehkan di dalam buku ini sangat layak untuk dijadikan bahan renungan dan dipedomani bagi siapa saja yang ingin menekuni dunia menulis. Berangkat dari awal menekuni aktivitas tulis menulis, mengenalkan eksistensinya sebagai penulis dengan perjuangan menampilkan karyanya di media massa, dan sampai hari ini beliau tetap produktif menulis. Puluhan buku baik secara mandiri maupun kelompok - antologi- banyak tercetak dan betebaran di tengah-tengah masyarakat dan kalangan akademik. Pasti semua itu membutuhkan perjuangan yang tidak ringan, butuh spirit menulis yang kokoh dan stabil.
Buku ini, dengan gaya tutur yang mudah dicerna, pembaca serasa dibawa hanyut dan menikmati kata demi kata yang disajikan. Dengan teknis penyajian yang seperti ini akan membuat pembaca mudah memahami dan menangkap makna yang hendak disampaikan Penulis. Penulis menyuguhkan banyak hal tentang "menulis", yang hemat saya sangat layak dan perlu dijadikan bahan motivasi bagi penulis lain, terutama penulis pemula. Buku ini akan sangat bermanfaat, untuk dinikamati oleh siapa saja yang mempunyai cita-cita atau keinginan mengembangkan ketrampilan menulis.
Sejauh kemampuan saya menangkap makna, mulai awal hingga akhir isi buku ini, tidak hanya baik dan cocok dibaca oleh kalangan mahasiswa dan penulis saja. Saya meyakini bahwa buku ini juga sangat layak dan tepat menjadi menu bacaan semua kalangan, terutama anak-anak usia remaja, komunitas tanggap iptek, dan pelajar -SMP/SMA- baik, yang mempunyai modal spirit dan keinginan menulis atau pun tidak. Karena dengan membaca buku ini dengan sungguh-sungguh dapat memungkinkan tergeraknya hati untuk lebih mencintai dunia literasi - membaca dan menulis -. Sungguh, buku ini disajikan dengan bahasa yang bagi saya mudah dicerna, pilihan kata yang lugas dan dilengkapi dengan cerita yang menginspirasi. Sehingga tidak menjenuhkan bagi pembacanya. Ini mengindikasikan bahwa Penulisnya mempunyai disiplin literasi yang baik, ketekunan dalam menulis, dan kesungguhan dalam menyajikan sebuah karya, tidak asal jadi.
Buku ini kaya akan inspirasi dan sarat akan motivasi menulis. Baik inspirasi itu bersumber dari penulis sendiri serta goresan-goresan cerita inspiratif yang disajikan penulis dari para Penulis produktif lainnya, mulai orang biasa, guru, sahabat, tokoh, hingga idola Penulis. Semuanya dapat kita nikmati kisah-kisahnya dengan baik di dalam buku ini. Seperti Wisnubroto Widarso, The Liang Gie, Sri Lestari seoarang TKW, Hamka, Ajib Rosyidi, dan masih banyak lagi deretan Penulis inspiratif lainnya. Seluruhnya disajikan dalam buku ini dengan tutur yang mudah dipahami. Membaca dan mendalaminya ada keasyikan tersendiri, sarat akan sumbangan wawasan, dan pancaran energi positif yang begitu terasa. Sungguh.
Bagi saya, yang lebih menarik lagi, sejauh kemampuan saya menangkap makna dari sekian inspirasi dan motivasi menulis yang yang ditorehkan dari buku ini, jika boleh saya tegaskan bahwa Penulis dalam menekuni dunia tulis, condong kepada motivasi transendental. Gambaran Ini, tidak hanya saya tangkap dari Penulis saja, tetapi juga dari pelajaran para tokoh yang disajikan. Motivasi menulis yang tidak sekedar menjaring efek material duniawai semata, tetapi spirit menulis yang dilandaskan pada semangat berbagi untuk sesama, praktik menulis sebagai proses belajar dan mengajarkan pengetahuan. Semangat yang diusung ini hanya pantas disebut sebagai ibadah. Bangunan spirit dan motivasi inilah yang sangat nampak sekali mulai dari awal bahasan buku sampai bagian yang paling akhir. Menulis pasti membutuhkan energi yang sangat besar, hanya orang-orang yang menpunyai tekat besar pulalah yang dapat menyelesaikan setiap tulisannya dengan baik, tentu atas bimbingan Allah Ta'ala.
Sebagai gambaran saja, buku ini terdiri dari enam bab. Bab I; Spirit Menulis, yang terdiri dari 12 sub bab. Bab II; Motivasi Menulis, yang terdiri dari 10 sub bab. Bab III; Alasan Menulis, yang terdiri dari 4 sub bab. Bab IV; Hambatan Menulis, yang terdiri dari 7 sub bab. Bab V; Strategi Menulis, yang terdiri dari 8 sub bab. dan Bab VI; Belajar Menulis Dari Para Tokoh, yang terdiri dari 9 sub bab.
Jika dilihat dari komposisinya, jelas buku ini tidak hanya sekedar buku tentang motivasi menulis saja. Lebih jauh dari itu, buku ini kaya akan pengetahuan tentang "menulis", mulai dari cara membangun, mengembangkan, dan menjaga spirit menulis. Disambung sajian motivasi tentang menulis yang sarat akan keistimewaan yang melekat pada diri seorang penulis, nilai bersyukur, keikhlasan dan perjuangan, misalnya. Banyak sekali nilai-nilai positif yang dapat membangun motivasi menulis yang disajikan oleh buku ini. Lengkap dengan deretan cara dan teknik menulis menjadikan motivasi serta dorongan untuk menulis yang ingin dibangun oleh buku ini menjadi lebih maksimal.
Menulis, sebagai bagian dari proses belajar yang notabene sarat akan manfaat ini, pada kenyataannya, tidak setiap orang sanggup untuk menjadi penulis sesungguhnya. Dengan hadirnya buku ini setiap pembaca akan terdorong dan termotivasi untuk menulis. Dalam buku ini disajikan alasan menulis, pada bab III. Meskipun tidak terlalu menukik, tetapi secara keseluruhan bahasan buku ini secara langsung mendorong orang untuk menekuni dunia menulis. Menulis memang membutuhkan komitmen yang kuat, ketekunan, rajin, dan terus berusaha menulis. Sehingga hambatan-hambatan yang menghampiri menulis bisa tersisisihkan dengan sendirinya. Dalam hal hambatan menulis, dengan panjang lebar dijelaskan dalam bab IV dalam bentuk sajian yang cukup menarik. Hambatan itu menjadi bagian yang tak terelakkan dari setiap aktivitas apapun, termasuk menulis, oleh karena itu harus disikapi oleh seorang penulis sehingga tidak mengganggu produktivitas menulis.
Tidak hanya berhenti sampai di sini, sajian yang menarik terus diukir dalam buku ini, selepas penulis mengurai tentang hambatan menulis, kini masuk pada bagian Strategi Menulis, yang tertuang pada bab V. Jika ingin menjadi penulis yang baik, materi ini sangat membantu untuk menghasilkan tulisan yang bagus, tulisan yang layak disajikan. Seorang penulis yang sesungguhnya akan terus memperkaya dirinya dengan pengetahuan, pengetahuan salah satunya akan didadapat dengan cara membaca dan membaca. Kegiatan membaca ini tidak boleh terabaikan oleh seorang penulis. Dalam hal membaca, pembaca yang baik musti berusaha mengikat makna yang terkandung dalam teks bacaan tersebut. Ini secara apik disajikan pada sub bab ke 2. [ membaca itu gizi menulis], membaca dan menulis adalah 2 bagian yang tak terpisahkan, keduanya saling berkaitan. Strategi yang lain, secara aplikatif disajikan panjang lebar, tetapi penuh dengan makna yang mendalam. Jika kita mampu manjalankannya dalam praktik menulis, sangat dimungkinkan selain kita menjadi penulis yang produktif, karya kita pun akan layak disuguhkan.
Bagian terakhir, bab VI, di sini banyak tokoh penulis yang dijadikan contoh, sosok penulis teladan yang digali ilmu menulisnya oleh Dr. Ngainun Naim, mereka adalah Prof. Yudian wahyudi, Ph.D., N. Mursidi., The Liang Gie.,Wawan Susetya, dan Zara Zettira ZR., semua tokoh ini menjadi sumber inspirasi menulis, perjuangannya, cara menulis yang ditempuh, dan nilai-nilai luhur yang hendak ditorehkan, semuanya layak untuk dijadikan rujukan demi menjadi penulis yang tangguh dan penuh tanggung jawab.
Buku ini penuh energi positif dan mendorong setiap yang membaca untuk bergerak majum enebar manfaat. Membaca, menulis, merenung, bertindak positif dalam karya tulisan dan etika.
Punjul s/d Boyolangu, Sabtu, 16 Mei 2020

No comments:
Post a Comment
Terimaksih telah berkenan membaca tulisan ini, komentar anda sangat saya hargai. Semoga ada manfaatnya. amin..