google-site-verification=a29cQDLicXmx_KpxGtFuPjFzKNqoMZ3FEdNxkyQfTTk Kang Badi'

𝙍𝙚𝙣𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙙𝙞 𝘽𝙞𝙡𝙞𝙠 𝙃𝙖𝙩𝙞_𝙎𝙝𝙖𝙙𝙖𝙦𝙖𝙩𝙪𝙡 𝙄𝙣𝙨𝙖𝙖𝙣 𝙈𝙖'𝙖𝙡 𝘽𝙞𝙖𝙝


𝙎 𝙪 𝙗 𝙖 𝙙 𝙞

𝓑𝓲𝓼𝓶𝓲𝓵𝓵𝓪𝓱 𝓵𝓲𝓵𝓵𝓪𝓱, 𝔀𝓪𝓵 𝓱𝓪𝓶𝓭𝓾𝓵𝓲𝓵𝓵𝓪𝓱. Sebelum ke materi inti saya ingin mengenang masa indah waktu kecil dulu. Saat masih di kampung, usia SD lah, jika turun hujan rasanya senang sekali, hati gembira banget. Hujan samakin lebat, rame-rame lepas baju, lari-lari bersama teman-teman, cuma pakai celana pendek bahkan ada yang hanya pakai cawet saja. Keliling kampung sana kemari. Bermain saat hujan memang asyik dan menyenangkan. 

Hujan mengguyur kampung semalaman bahkan lebih, terjadilah banjir, banjir bandang tiba bukannya bersedih, tapi tambah senang. Luar biasa senangnya. Bermainnya lebih menantang. Sekolahpun dapat dipastikan libur. Kegiatan bantu orang tua di sawah dan di ladang juga ikut libur, karena banjir aktivitas mereka hanya di rumah untuk beberapa saat, bakar singkong di bara api pawon. Banjir sepertinya sudah menjadi harapan anak-anak desa di saat musim hujan. Jangan dibayangkan. 

Tetap saja, banjir bandang seakan bukan menjadi beban kesusahan anak-anak desa kala itu, sungguh. Banjir semakin menjadi-jadi, banyak rumah kemasukan air padahal pondasi rumah juga tinggi-tinggi. Beberapa perabotan dapur ada yang tak terselamatkan. Tidak sedikit ayam dan entok juga ikut hanyut terbawa banjir, kini posisinya sangat jauh dari kandangnya, entah ayam dan entok milik siapa. Dipastikan ayam dan entok itu tak kan tahu jalan pulang, teman-teman menghukuminya "binatang alas tak bertuan". Halal untuk di buru. Gara-gara banjir bandang hukumpun ikut dimonopoli. 

Itu kenyataan, kampungku sudah jadi langganan banjir saat musim hujan. Banjir bandang tak butuh waktu lama untuk surut dan mengecil. Kami segera bergegas ke ujung sungai dekat pantai, lari sambil lihat sana-sini, sudah jauh dari kampung, pasti kami akan menemukan ayam dan entok terdampar, kayu-kayu juga masuk daftar pencarian, kelapa yang jatuh juga bagian penting dari misi itu. Misi mengais berkah akibat banjir bandang. 

Benar-benar nyata, ayam dan entok basah kuyup menggigil kedinginan, terdampar di pinggiran sungai, di semak-semak dan di bawah pepohonan, jalan saja sempoyongan. Mohon maaf ayam dan entok, kami dengan berat hati menangkap dan segera mengeksekusi kalian. Jika tidak segera kami amankan kalian akan jadi jamuan makan kawanan anjing hutan. Mending dengan kami, kalian sedikit lebih terhormat. Tetap tak ketinggalan, algojo baca bismillah, sebagai syarat halalnya penyembelihan. Tak butuh waktu lama untuk memboleng binatang bernasib malang itu, bersih sudah, kami potong-potong dan dibagi rata sebagai bukti keadilan. Misi berburu kami lanjutkan sampai hasil dirasa sudah cukup, lalu kami pun pulang ke rumah masing-masing. Hari itu sangat senang, mendapat tambahan asupan gizi, terimakasih banjir bandang. Alhamdulillah.

Itu banjir dulu, penuh kenangan dan kegembiraan. Banjir kala itu yang dibawa bukan lumpur walet, tapi pasir sungai yang berkualitas. Sekarang kita lihat, sumbangan lumpur pekat, bahkan sisa-sisa pohon bekas tebangan, dan lain sebagainya. Menghantam, merusak rumah, jembatan, warung-warung, dan apa saja yang diterjang. Dulu banjir lazim terjadi di kampung-kampung yang rendah, tapi banjir sekarang beda, tak pandang ketinggian, jika mau banjir, ya banjir saja. Di pemukiman tinggi juga banjir, di dataran rendah juga banjir, bahkan di kota pun juga biasa banjir. Itulah banjir sekarang. Ternyata banjir sekarang lebih menantang, bahkan jadi momok. 

𝙈𝙖𝙩𝙚𝙧𝙞 𝙄𝙣𝙩𝙞, 𝘽𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙍𝙚𝙣𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣. 

Tahun ini, bulan-bulan ini bisa di sebut bulannya banjir. Menurut informasi yang saya terima di Besole saja hampir atau malah lebih sepuluh kali terjadi banjir, di Prigi sudah sampai yang ke tiga kalinya, daerah-daerah lain juga begitu. Kerugian yang ditimbulkan sangat banyak, bahkan sampai mamakan korban nyawa. Rumah hanyut biasa, kendaraan hanyut biasa, kambing hanyut biasa, jalan rusak biasa, jembatan putus dan hanyut juga biasa, dan sebagianya. 

Sungguh, jangan bilang adzab, sekali lagi jangan menyebutnya adzab. Itu terlalu naif. Manusia itu ilmunya terbatas, "wa maa utiitum min 'ilmi illaa qaliila". Percaya boleh, tidak juga tidak apa-apa. Karena ilmu manusia terbatas, maka salah satu cara Allah mendidik kita ya di beri UJIAN supaya kita menjadi tambah cerdas, berupaya, berusaha menemukan jalan keluar atas ujian yang Allah berikan, mengapa banjir dan longsor ini terjadi, bagaimana mengatasi, dan bagimana caranya supaya tidak terjadi lagi dan lagi. Ini adalah UJIAN. Kita ambil hikmahnya, kita ambil pelajaran berharga, peringatan berharga. Supaya kita terbuka dengan rahasia-rahasia Allah. Masih banyak sekali rahasiaNya yang belum kita ketahui. Percayalah. 

Pelajaran intinya adalah kewajiban kita umat islam harus memelihara lingkungan, shadaqatul insaan ma'al biah. Nah, barang siapa yang hidup di muka bumi ini kok merusak lingkungan, tegas saja termasuk orang mengajak perang dengan Allah dan RasulNya. Jadi jangan heran jika membabat hutan dengan membabi buta, menggali dalam rangka menanbang tapi tidak memperbaiki kembali, tidak dikembalikan seperti semula. Tak ada reboisasi yang masif, tinggal begitu saja. Bahkan hutan sudah beralih fungsi. 

"Janganlah kamu berbuat menghancurkan/merusak ekosistem bumi ini setelah Allah ciptakan dengan sempurna". Allah telah menciptakan alam bumi ini dengan sempurna, tetapi kita rusak. Nah, itulah tindakan yang tidak bijak, bahkan tak bertanggung jawab hingga mengakibatkan banjir, longsor, musibah, dan lain sebagainya. Ternyata ekosistem yang diciptakan dengan sempurna oleh Allah dirusak oleh kita sendiri. 

Perhatikan, ini terus berulang kali kita buktikan tapi kayaknya masih belum menjadi pelajaran. Adanya longsor, banjir akibat hutan yang gundul, akibat pertambangan yang membabi buta, akibat alih fungsi lahan, penebangan hutan yang masif tanpa reboisasi yang jelas. Tujuannya sekilas bagus, tambang, pembangunan jalan, lahan pertanian, tempat wisata. Tapi satu sisi, kesiimbangan ekosistem tidak diperhatikan, bahkan tak tersentuh. 

Maka, itulah pelajaran bagi kita, bahwa ternyata Islam sangat benar, Islam sangat mulia ajarannya supaya kita menjaga kesehatan dan keseimbangan lingkungan. 
"Kalau kebenaran dikalahkan oleh hawa nafsu, maka rusaklah tatanan kehidupan di langit, di bumi, dan seisinya ini. 𝚆𝚊𝚕𝚕𝚊𝚑𝚞 𝚊'𝚕𝚊𝚖 .

🅟🅤🅝🅙🅤🅛 10 🅽🅾🅿🅴🅼🅱🅴🆁 2022





𝙎𝙖𝙢𝙗𝙪𝙩𝙖𝙣 𝙃. 𝙈𝙤𝙝. 𝘼𝙗𝙙𝙪𝙡 𝙈𝙖𝙡𝙞𝙠, 𝙈.𝙋𝙙.𝙄, 𝙆𝙚𝙩𝙪𝙖 𝙆𝙆𝙈 𝘾𝘽𝙏


𝙎 𝙪 𝙗 𝙖 𝙙 𝙞

𝓑𝓲𝓼𝓶𝓲𝓵𝓵𝓪𝓱. Mari bersama bersyukur kepada Allah atas hidayah dan taufiqNya yang senantiasa dicurahkan kepada kita semua. HidayahNya berupa petunjuk kebenaran sehingga kita menjadi orang yang beriman, setiap pilihan dan langkah hidup tak luput dari bimbinganNya. Taufik berupa pertolongan Allah, karenanya kita dimampukan berupaya melaksanakan tugas serta kewajiban dalam kehidupan sehari-hari. Sungguh tiada daya dan upaya kecuali karena pertolongan Allah semata.

Sabtu, 5 November 2022 keadaan langit cukup cerah, tidak ada tanda-tanda akan datangnya hujan. Anak-anak sekolah rencananya dipulangkan lebih awal pukul 09.00, meski biasanya bel pulang baru berdering pukul 13.00. Anak-anak pulang sekolah lebih awal sebab pada hari itu Ibu Bapak guru akan menghadiri undangan kegiatan KKG di MI Darussalam Ngentrong Campurdarat. Anak-anak senang dipulangkan pagi, lebih awal. Tanda sumringah nampak di raut wajahnya. Hore pulang. 

Kami para guru baru bisa berangkat ke acara KKG setelah semua anak-anak tak tersisa di sekolah, semua sudah dijemput orang tuanya. Perjalanan kami lancar sampai tujuan, meskipun tidak semua guru sampai bersamaan. Sebab ada yang naik motor sendiri, ada yang berboncengan, dan sebagian bersama Pak kamad naik mobil. Yang penting semuanya sampai tujuan dengan tepat waktu, Alhamdulillah.

Dalam cacatan singkat ini, saya ingin mengabadikan catatan kecil dan sederhana yang bagi saya sangat bermakna. Yakini inti sambutan ketua KKM CBT, H. Moh. Abdul Malik, M.Pd.I. Kalimat sambutan sekaligus pembinaan kepada guru MI Se KKM CBT. Beliau dalam inti sambutannya menghimbau kepada para guru untuk membiasakan menyanyikan mars madrasah bersama para siswa di lembaga masing-masing. Menurut beliau ini sangat penting untuk dibiasakan supaya hafal dan mampu menghayati makna yang dikandung oleh lagu mars madrasah tersebut. 

Saya coba ingin menjelaskan sekelumit serta makna yang dikandung oleh mars madrasah tersebut. Semoga bermanfaat dengan mengambil hikmahnya.

𝙼𝚊𝚛𝚜 𝙼𝚊𝚍𝚛𝚊𝚜𝚊𝚑
𝙺𝚊𝚛𝚢𝚊 𝙸𝚔𝚒𝚗 𝚂𝚘𝚍𝚒𝚚𝚒𝚗. 

𝙶𝚎𝚖𝚊 𝙼𝚊𝚍𝚛𝚊𝚜𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚑𝚊𝚗𝚊
𝙳𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚊𝚍𝚊 𝚋𝚞𝚖𝚒 𝚗𝚞𝚜𝚊𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊
𝙼𝚎𝚗𝚐𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗 𝚊𝚖𝚊𝚗𝚊𝚝
𝙼𝚎𝚗𝚌𝚎𝚛𝚍𝚊𝚜𝚔𝚊𝚗 𝚝𝚞𝚗𝚊𝚜 𝚋𝚊𝚗𝚐𝚜𝚊
𝚂𝚊𝚗𝚝𝚞𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚠𝚒𝚋𝚊𝚠𝚊 

𝚁𝙰 𝙼 𝙸 𝙼𝚃𝚜 𝙼𝙰
𝙱𝚊𝚑𝚞 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚑𝚞 𝚝𝚞𝚛𝚞𝚝 𝚋𝚎𝚛𝚓𝚞𝚊𝚗𝚐 
𝙼𝚎𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗 𝚋𝚊𝚗𝚐𝚜𝚊
𝙱𝚎𝚛𝚖𝚊𝚛𝚝𝚊𝚋𝚊𝚝 𝚖𝚞𝚕𝚒𝚊
𝙳𝚎𝚖𝚒 𝚌𝚒𝚝𝚊-𝚌𝚒𝚝𝚊

𝙼𝚘𝚝𝚝𝚘 𝚒𝚔𝚑𝚕𝚊𝚜 𝚋𝚎𝚛𝚊𝚖𝚊𝚕
𝙱𝚎𝚛𝚔𝚊𝚛𝚢𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚖𝚘𝚛𝚊𝚕
𝙰𝚢𝚘 𝚊𝚢𝚘 𝚝𝚎𝚐𝚊𝚔𝚔𝚊𝚗

𝙵𝚊𝚕𝚜𝚊𝚏𝚊𝚑 𝚙𝚗𝚌𝚊𝚜𝚒𝚕𝚊 
𝙱𝚑𝚒𝚗𝚎𝚔𝚊 𝚝𝚞𝚗𝚐𝚐𝚊𝚕 𝚒𝚔𝚊
𝚂𝚎𝚖𝚋𝚘𝚢𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚗𝚐𝚜𝚊 𝙸𝚗𝚍𝚒𝚗𝚎𝚜𝚒𝚊

Sejarah singkat Mars Madrasah
Sebelumnya, mari kita mengenal pencipta lagu ini. Saat membaca referensi tentang sosok yang menciptakan lagu ini kesan saya orangnya nampak sederhana, santun, rendah hati dan bersahaja. Beliau lahir di Tasikmalaya dengan usia yang sudah tidak muda lagi, 60 tahunan. Beliau adalah pencipta lagu ‘Mars Madrasah’ yang kesehariannya menjadi guru PAI di MI Tanjungsari Tasikmalaya. Semoga karya luar biasa ini menjadi amal jariyah Pak Ikin Sodiqin. Aamiin.
 
Mars Madrasah ini lahir dari sebuah kegelisahan yang dirasakan oleh pak Ikin atas kondisi madrasah di kampung-kampung di Tasikmalaya pada tahun 2007. Di tahun itu beliau merasakan madrasah sedang mengalami kepenatan , karena kalah saing dengan lembaga pendidikan lainnya, tidak ada gairah dan semangat. 

Dari kegelisahan itu akhirnya pak Ikin tergerak hatinya untuk mencoba membuat kreasi. Dengan hirrah mulia ingin sekali membangkitkan semangat madrasah melalui seni. Terciptalah mars madrasah, sampai akhirnya di tahun 2012 mars Madrasah karya Pak Ikin ini dikumandangkan saat acara Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan AKSIOMA (Ajang Kompetisi Seni dan Olah Raga Madrasah) untuk pertama kalinya di Bandung. Dan sampai saat ini lagu itu terus abadi dengan dinyanyikannya di setiap acara di madrasah, sebagai lagu wajib. misalnya saat acara pelatihan, perpisahan siswa, upacara bendera setiap hari Senin, dan lain-lain.

Makna di Balik Mars Madrasah 
Jika kita baca dengan cermat lirik dari mars madrasah ini, ada pesan yang mendalam yakni ingin mendorong warga madrasah untuk  mengetahui dan memahami visi dan misi madrasah, seperti yang tertuang pada lagu tersebut. Selain itu mars madrasah juga berisi tuntunan, semangat, mengajak berkarya, bersikap serta bertutur kata yang sopan kepada warga madrasah, baik guru dan para siswa. 

Lebih lanjut, mars juga mencerminkan semangat kecintaan, perjuangan, dan identitas madrasah, bagi siswa supaya lebih bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Memberikan motivasi dan semangat kepapda warga madrasah untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dengan mars madrasah apalagi dinyanyikan pada setiap upacara bendera mereka menjadi tahu dan lebih bisa memaknai visi dan misi madrasah. Mars madrasah memberikan motivasi dan semangat belajar untuk mencapai tujuan dan cita-cita.

Terimakasih Pak H. Moh. Abdul Malik, M.Pd.I telah mengingatkan dan memberikan pencerahan kepada kami para guru MI. Semoga bermanfaat.

Boyolangu, 9 November 2022



𝙍𝙖𝙠𝙤𝙧 𝙙𝙖𝙣 𝙋𝙚𝙢𝙗𝙞𝙣𝙖𝙖𝙣 𝙆𝙖𝙢𝙖𝙙 𝙈𝙄 𝙨𝙚-𝙆𝙖𝙗𝙪𝙥𝙖𝙩𝙚𝙣 𝙏𝙪𝙡𝙪𝙣𝙜𝙖𝙜𝙪𝙣𝙜

  𝙈𝙄 𝙎𝙪𝙣𝙖𝙣 𝙂𝙞𝙧𝙞 𝘽𝙤𝙧𝙤, 8 𝙉𝙤𝙥𝙚𝙢𝙗𝙚𝙧 2022
𝓢𝓾𝓫𝓪𝓭𝓲, 𝓚𝓪𝓶𝓪𝓭 𝓜𝓘 𝓣𝓪𝓻𝓑𝓸𝔂

𝓑𝓲𝓼𝓶𝓲𝓵𝓵𝓪𝓱 𝔀𝓪𝓵 𝓱𝓪𝓶𝓭𝓾𝓵𝓲𝓵𝓵𝓪𝓱. Hari ini saya bisa menghadiri undangan kegiatan rakor dan pembinaan kepala Madrasah oleh Kasi Pendma dan Kakankemenag Kab. Tulungagung yang bertempat di Aula MI Sunan Giri Boro Tulungagung.

Kegiatan yang rencananya sudah on pukul 08.00 karena beberapa hal baru bisa mulai pukul 09.00. Meskipun mundur satu jaman, akan tetapi acara tetap berjalan lancar dan sukses. Maklum, hari ini cuaca juga hujan di beberapa wilayah Tulungagung, sehingga perjalanan sebagian Kamad sedikit terganggu. 

Meskipun tidak sempurna, saya tetap fokus untuk menyimak dan mencatat inti sosialisasi persiapan Porseni 2023 yang disampaikan oleh ketua KKMI Kab. Tulungagung, H. Khoiruddin Suja'i, M.Pd.I, sebagai pembicara awal. Saat ini menurut informasi yang saya terima sedang sibuk kuliah S-3, menuju gelar doktor. Saya do'akan semoga kuliahnya lancar dan cepat lulus. 

Beberapa catatan penting dari ketiga pembicara pada rakor dan pembinaan hari ini sebagai berikut :

H. Khoiruddin Suja'i, M.Pd.I / Ketua KKM Kab. Tulungagung :

Beliau menyampaikan dengan membara beberapa hal, diantaranya: 
1. Pelaksanaan PAS 1 jatuh pada tanggal 1-10 Desember 2022. Pelaksanaan PAS serempak se-Kabupaten, pengurus KKM Kabupaten mengakomodir kurikulum lokal masing-masing madrasah.
2. Mensosialisasikan juknis Porseni MI 2023
3. Kegiatan porseni tingkat KKM kecamatan dilaksanakan pada bulan Januari 2023 setelah libur semester.
4. Menghimbau seluruh Kamad untuk menjaga kekompakan/solidaritas antar lembaga di Tulungagung.
5. Porseni tingkat KKM Kabupaten dilaksanakan pada awal bulan Maret 2023 tepatnya hari Rabu dan Kamis, 7-8 Maret 2023.
6. Perencanaan pembiayaan Porseni akan dimusyawarahkan pada bulan Januari 2022, awal tahun anggaran. 
7. Mendorong seluruh lembaga lebih bersemangat supaya bisa juara umum lagi. 

H. Jaenal Panani, M.Pd.I/Kasi Pendma Kab. Tulungagung:

Bapak Kasi, memberikan pembinaan diantarnya adalah sebagai berikut:
1. Mengihimbau seluruh Kamad supaya membuat layanan yang cepat dan mudah di masing-masing lembaga. 
2. Utamanya pelayanan yang baik dan cepat kepada semua tamu, tamu wajib dihormati. Setiap tamu yang datang dipersilahkan duduk dan dilayani, terutama wali murid. Sat set das des. 
3. Persiapan menyongsong kemajuan madrasah, madrasah reform. Madrasah untuk terus meningkatkan mutu pendidik dan tendiknya, seperti mengikutkan worksop, diklat dll. Mengoptimalkan evaluasi hasil belajar, seperti AKMI/ANBK dll. Melaksanakan perencanaan anggaran untuk peningkatan mutu madrasah, dintaranya penguatan data emis, bos, sarpras, pip, dan pendataan blangko ijazah dengan tepat waktu. 

Dr. H. Muhajir, S.Pd., M.Ag/Kakankemenag Kab. Tulungagung:

Beliau dalam inti pembinaanya menyampaikan beberapa hal. Diantara yang bisa saya catat adalah: 
1. Mengawali dengan sedikit berkisah tentang disertasi prof. Akhwan dengan mengangkat karya Sunan Giri, yang intinya membahas pemikiran dan puncak ilmu kesufian menurut sang Sunan, sangat unik dan sulit dipahami. Menurut pak Kepala Kemenag yang kala itu ikut membantu mengetik disertasi prof. Akhwan tersebut. Ini diceritakan karena acara berada di MI Sunan Giri. 
2. Rosulullah kepada sahabatnya tidak begitu membaggakan, tapi dengan kekasihnya sangat membanggakan_diantara kekasihnya yaitu orang yang rajin bersholawat. 
3. Mengomentari statemen ketua KKMI kabupaten, H. Khoiruddin, menyatakan Madrasah Tulungagung Hebat Bermartabat. Kemudian beliau sembari menyampaikan tantangan kepada semua kamad, tolong sebutkan mana kehebatan MI Tulungagung? Saya tunggu prestasinya, coba tunjukkan prestasi akademik dan non akademiknya! Ayo.. 
4. Pak Muhajir, punya komitmen untuk mengalahkan Malang. Kemarin saat bertemu Bapak direktur KSKK, Prof Isom. Pak Kabid Pendma Kanwil yang saat itu ada di sampingnya bilang dengan nada sinis atau meremehkan, "kamu bisa mengalahkan Malang asal bisa nyetop Malang ikut kompetisi". Nuansa menantang, di batin oleh pak Muhajir.
5  Beliau meyakinkan bahwa para Kamad MI di Tulungagung sudah punya ilmu cukup, tentang manajemen madrasah, apalagi sudah beberapa kali ikut pelatihan dari BDK Surabaya. Sekarang waktunya dijalankan, pelayanan harus terus ditingkatkan. Pasca diklat harus ada peningkatan, tandas beliau.
6. Madrasah unggul itu seperti apa? madrasah efektif, coba cek referensi apa definisi madrasah unggul? dan penuhi indikatornya. 
7. Kemudian beliau juga menyampaikan tantangan kepada seluruh kamad untuk menyebutkan 5 Keunggulan dan kekurangan madrasahnya? Ditunggu 10 menit. Kemudian seluruh kamad disibukkan mencari-cari jawaban untuk pertanyaan Pak Muhajir itu. Lanjud beliau minta menulis target yang ingin dicapai oleh madrasah 4 tahun ke depan. Mulai dari kualitas GTK, sarpras, proses KBM, pelayanan, sampai prestasi yang ingin dicapai.
8. Beliau juga memberikan motivasi, meskipun input siswa kurang bagus, karena tidak ada seleksi saat PPDB, namun harus tetap semangat demi hasil yang maksimal, mulai dari peningkatan mutu GTK, kualitasnya harus terus ditingkatkan, sehingga dapat meproses KBM dengan maksimal. 
9. KSM MI saat inu belum bersuara, belum menunjukkan prestasi yang baik, beliau berharap ada peningkatan prestasi. 
10. Kemenag akan mengadakan kegiatan penjaringan bakat dan prestasi siswa, wacana ini sedang diproses. 
11. Menghimbau kepada Kamad jika ada ajang kompetisi apa saja supaya siswa diukut sertakan, tujuannya untuk melatih siswa berkompetisi.
12. Madrasah hebat bermartabat harus diwujudkan dengan bukti riel, bukan hanya omongan saja. Mana buktinya?
13. Saya husnuddon kepada Allah, bahwa madrasah di Tulungagung bisa lebih baik. Pasti bisa mengalahkan siapa saja, termasuk madrasah di Malang, kota. Kuncinya serius dan sungguh-sungguh. 
14. Pak Kepala Kemenag sudah menyiapkan skenario untuk meningkatkan mutu madrasah di Tulungagung. 

Demikian catatan saya, jika ada salah mohon dikoreksi... Afwan... 
Boro, 8 Nopember 2022



𝙐𝙥𝙖𝙘𝙖𝙧𝙖 𝙙𝙞 𝙏𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖𝙡 𝙄𝙨𝙩𝙞𝙢𝙚𝙬𝙖 "𝙏𝙪𝙟𝙪𝙝"


𝙎𝙪𝙗𝙖𝙙𝙞_𝙋𝙚𝙢𝙗𝙞𝙣𝙖 𝙐𝙥𝙖𝙘𝙖𝙧𝙖 
𝓑𝓲𝓼𝓶𝓲𝓵𝓵𝓪𝓱, 𝙎𝙚𝙣𝙞𝙣, 7 𝙉𝙤𝙥𝙚𝙢𝙗𝙚𝙧 2022 𝙐𝙥𝙖𝙘𝙖𝙧𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙟𝙖𝙡𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙣𝙘𝙖𝙧 𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙝𝙞𝙙𝙢𝙖𝙝. 𝘾𝙪𝙖𝙘𝙖 𝙨𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙪𝙠𝙪𝙣𝙜, 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙝𝙪𝙟𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙖𝙣𝙖𝙨. 𝙈𝙚𝙣𝙙𝙪𝙣𝙜 𝙥𝙪𝙩𝙞𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙡𝙞𝙢𝙪𝙩𝙞 𝙡𝙖𝙣𝙜𝙞𝙩 𝙥𝙖𝙜𝙞 𝙞𝙣𝙞. 𝙏𝙖𝙛𝙖𝙪𝙡, 𝙨𝙚𝙢𝙤𝙜𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙖𝙬𝙖 𝙠𝙚𝙘𝙚𝙧𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙝𝙖𝙩𝙞 𝙙𝙖𝙣 𝙥𝙞𝙠𝙞𝙧𝙖𝙣. 

𝙎𝙚𝙣𝙞𝙣 𝙞𝙣𝙞 𝙗𝙖𝙜𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙙𝙚𝙬𝙖𝙣 𝙜𝙪𝙧𝙪 𝙩𝙚𝙧𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠 𝙝𝙖𝙧𝙞 𝙞𝙨𝙩𝙞𝙢𝙚𝙬𝙖, 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙗 𝙩𝙚𝙥𝙖𝙩 𝙩𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖𝙡 7 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖𝙖𝙣 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙩𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖𝙡𝙣𝙮𝙖 𝙋𝙂𝙎𝙄. 𝙈𝙖𝙠𝙖 𝙩𝙖𝙠 𝙝𝙚𝙧𝙖𝙣 𝙟𝙞𝙠𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙙𝙚𝙬𝙖𝙣 𝙜𝙪𝙧𝙪 𝙢𝙚𝙢𝙖𝙠𝙖𝙞 𝙨𝙚𝙧𝙖𝙜𝙖𝙢 𝙋𝙂𝙎𝙄. 𝙊𝙧𝙜𝙖𝙣𝙞𝙨𝙖𝙨𝙞 𝙜𝙪𝙧𝙪 𝙠𝙪𝙨𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙞𝙝𝙪𝙣𝙞 𝙤𝙡𝙚𝙝 𝙜𝙪𝙧𝙪 𝙣𝙤𝙣 𝘼𝙎𝙉 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙗𝙖𝙣𝙮𝙖𝙠 𝙗𝙚𝙧𝙟𝙖𝙨𝙖. 𝙄𝙣𝙞 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙖𝙩𝙪 𝙗𝙖𝙜𝙞𝙖𝙣 𝙘𝙖𝙧𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙝𝙤𝙧𝙢𝙖𝙩𝙞 𝙥𝙚𝙧𝙠𝙪𝙢𝙥𝙪𝙡𝙖𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙪𝙖𝙧 𝙗𝙞𝙖𝙨𝙖. 

𝘿𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙖𝙢𝙖𝙣𝙖𝙩 𝙪𝙥𝙖𝙘𝙖𝙧𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙞 𝙞𝙣𝙞 𝙖𝙙𝙖 𝙨𝙖𝙩𝙪 𝙥𝙚𝙨𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙖𝙨𝙖𝙧 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙚𝙧𝙡𝙪 𝙥𝙖𝙧𝙖 𝙨𝙞𝙨𝙬𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙝𝙖𝙩𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙜𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙚𝙜𝙪𝙝-𝙩𝙚𝙜𝙪𝙝. 𝙔𝙖, 𝙖𝙙𝙖 6 𝙨𝙮𝙖𝙧𝙖𝙩 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙙𝙞𝙥𝙚𝙣𝙪𝙝𝙞 𝙤𝙡𝙚𝙝 𝙠𝙞𝙩𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞 𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙩𝙪𝙟𝙪𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙢𝙗𝙚𝙡𝙖𝙟𝙖𝙧𝙖𝙣. 

𝙔𝙖𝙠𝙣𝙞, 𝙠𝙞𝙩𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙘𝙚𝙧𝙙𝙖𝙨, 𝙥𝙪𝙣𝙮𝙖 𝙝𝙞𝙢𝙢𝙖𝙝 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙪𝙖𝙩, 𝙨𝙖𝙗𝙖𝙧 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙢𝙨𝙣𝙜𝙝𝙖𝙙𝙖𝙥𝙖𝙞 𝙩𝙖𝙣𝙩𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙡𝙖𝙟𝙖𝙧, 𝙢𝙚𝙢𝙚𝙣𝙪𝙝𝙞 𝙨𝙚𝙩𝙞𝙖𝙥 𝙗𝙞𝙖𝙮𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙠𝙚𝙬𝙖𝙟𝙞𝙗𝙖𝙣, 𝙩𝙖𝙖𝙩 𝙙𝙖𝙣 𝙥𝙖𝙩𝙪𝙝 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙜𝙪𝙧𝙪 (𝙥𝙚𝙩𝙪𝙣𝙟𝙪𝙠 𝙙𝙖𝙣 𝙖𝙩𝙪𝙧𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙙𝙧𝙖𝙨𝙖𝙝), 𝙙𝙖𝙣 𝙬𝙖𝙠𝙩𝙪 𝙗𝙚𝙡𝙖𝙟𝙖𝙧 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙚𝙧𝙪𝙨 𝙙𝙞𝙩𝙞𝙣𝙜𝙠𝙖𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙪𝙖𝙡𝙞𝙩𝙖𝙨𝙣𝙮𝙖. 𝙀𝙣𝙖𝙢 𝙝𝙖𝙡 𝙞𝙣𝙞 𝙬𝙖𝙟𝙞𝙗 𝙙𝙞𝙥𝙚𝙧𝙝𝙖𝙩𝙞𝙠𝙖𝙣.
 
𝙎𝙚𝙢𝙤𝙜𝙖 𝙖𝙣𝙖𝙠-𝙖𝙣𝙖𝙠 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙠𝙚𝙗𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖𝙖𝙣 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙪𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙠𝙨𝙚𝙨 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙨𝙚𝙩𝙞𝙖𝙥 𝙘𝙞𝙩𝙖-𝙘𝙞𝙩𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣𝙠𝙖𝙣. 𝘼𝙖𝙢𝙞𝙞𝙣...

𝓣𝓻𝓲𝓶𝓪𝓴𝓪𝓼𝓲𝓱... 

𝙈𝙚𝙢𝙗𝙖𝙣𝙜𝙪𝙣 𝙆𝙖𝙧𝙖𝙠𝙩𝙚𝙧 𝙎𝙞𝙨𝙬𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙄𝙙𝙚𝙖𝙡_𝓡𝓮𝓷𝓾𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓢𝓾𝓻𝓪𝓽 𝓙𝓾𝓶𝓾'𝓪𝓱 𝓪𝔂𝓪𝓽 𝓚𝓮𝓭𝓾𝓪.


𝙎 𝙪 𝙗 𝙖 𝙙 𝙞
𝓑𝓲𝓼𝓶𝓲𝓵𝓵𝓪𝓱. Awali setiap aktifitas dengan mengucap bismillah, bismillah lillah, atau bismillahirrahmanirrahim. Manusia itu makluk yang lemah, butuh bimbingan dan juga pertolongan. Puncaknya manusia butuh kasih sayang mulai dari dalam perut sampai akhir hayatnya. Bahkan bisa lebih, saat di kuburan pun tetap saja butuh kiriman do'a dari keluarganya, sebagai bentuk kasih sayang kepadanya. Dengan bismillah manusia akan belajar mengenali dirinya, yang lemah, tak berdaya, bodoh, tak bisa apa-apa tanpa hadirnya hidayah dan taufiq dari Allah SWT. 

Alhamdulillah, hari ini masih diberi kesempatan oleh Allah bisa membaca Al-Quran meskipun hanya beberapa ayat saja, tidak banyak. Sungguh benar dan yakin bahwa Al-Quran merupakan sumber petunjuk dan ilmu pengetahuan. Siapapun yang membacanya pasti hatinya akan bertambah tenang dan tentram, minimal itu. Terlebih, jika cara membacanya benar dengan tartil tentu akan bertambah lagi faidahnya. Apalagi jika ditambah faham dan mengerti makna yang dikandung Al-Quran, pasti lebih dahsyat lagi. Akan ada tambahan ilmu di samping mendapat ketenangan dan pahala. Mantap kan? 

Coba cek dan tengok, salah satu surat Al-Qur'an berjudul Surat Jumu'ah, bukan Jum'ah ya, tapi Jumu'ah. Kadang ada yang masih salah menyebut. Hehe. Tepatnya ayat ke-2 : 
هو الذي بعث في الأميين رسولا منهم يتلو عليه آياته ويزكيهم ويعلمهم الكتاب و  الحكمة وإنكانوا من قبل لفي ضلال مبين
(Mohon koreksi jika salah, nulisanya pakai HP) 

Sebenarnya inti dari ayat di atas menurut referensi yang penulis baca yakni Allah sedang memerintahkan Nabi Muhammad agar membangun masyarakat yang ketika itu dari sisi peradaban masih ummiyyin, buta huruf, terbelakang. Dari sisi agama masih dholaalin mubiin, yakni sesat. Ringkasnya, jahiliyyah, tidak berpendidikan, tidak berperadaban, gelap dan sesat. Yang perlu kita baca dan diambil pelajaran bahwa Nabi Muhammad berhasil membangun mereka menjadi masyarakat yang beriman, bermoral, cerdas, beradab, dan berkarakter ideal.

Maka, sudah selayaknya kita coba meniru cara Nabi Muhammad itu untuk membangun kualitas siswa, terlebih bagi seorang pendidik yang sedang berjuang memberantas kebodohan, mencerdaskan anak bangsa, sekaligus mencetak generasi yang berkarakter mulia. Yakinkan, Nabi Muhammad itu adalah suri tauladan? Maka mencontohnya bukan hanya sekedar layak tapi sebuah keharusan, wajib. 

Mari bersama membaca sekaligus merenungkan pesan ayat kedua dari Surat Jumu'ah tersebut. Ingat bukan Jum'ah ya? Jika kita cermati setidaknya ada 4 tahapan Nabi Muhammad mampu merubah masyarakat jahiliyyah menjadi masyarakat yang berkarakter ideal. Dengan tujuan yang sama, coba kita tarik untuk membangun karakter siswa di sekolah. 

Pertama, 𝙮𝙖𝙩𝙡𝙪𝙪 '𝙖𝙡𝙖𝙞𝙝𝙞𝙢 𝙖𝙖𝙮𝙖𝙩. 
Ada isyarat yang sangat mendasar, yakni tugas seorang pendidik adalah mengajar para siswa untuk bisa membaca. Kemampuan membaca bagi siswa merupakan kunci keberhasilan belajar yang tidak boleh diremehkan. Membaca di sini sifatnya umum, baik buku pelajaran maupun Al-Quran. Maka tak heran, jika seluruh lembaga pendidikan, apapun jenisnya sangat serius memperhatikan program tuntas membaca, terlebih al-Qur'an. Ya, sebab syarat pertama ini akan menjadi pondasi sekaligus modal dasar untuk membangun siswa yang berkualitas dan berkarakter ideal. 

Kedua, 𝙬𝙖𝙮𝙪𝙯𝙖𝙠𝙠𝙞𝙞𝙝𝙞𝙢.
Kalau sudah bisa membaca dengan baik, sehingga mampu membedakan mana benar mana salah, mana baik mana buruk, mana layak mana tidak, dan seterusnya. Artinya siswa dengan kemampuan membaca yang dimiliki itu mampu menyerap ilmu, nilai-nilai, dan sekaligus cakap menentukan pilihan. Baru kemudian siswa dituntut dan berlatih menjadi pribadi yang  memiliki karakter dasar, disiplin, pemaaf, keren, berani menyampaikan kebenaran, punya prinsip, tidak mudah goyah, punya semangat tinggi, himmah, percaya diri, dan seterusnya itu namanya berkarakter dasar. 

Ketiga, 𝙬𝙖𝙮𝙪'𝙖𝙡𝙡𝙞𝙢𝙪𝙝𝙪𝙢𝙪𝙡 𝙠𝙞𝙩𝙖𝙗𝙖.
Setelah siswa terbangun karakter dasarnya kemudian seorang pendidik melanjutkan mengajarkan ilmu pengetahuan yang beragam, seperti tauhid, fikih, sosial, sejarah, biologi, hadits, Al-qur'an, tafsir, dan segala macam ilmu yang ada dimuka bumi ini. Karakter dasar yang sudah terbangun di atas akan mampu mendorong siswa bersungguh-sungguh dalam belajarnya, himmah yang tertanam kuat pada dirinya juga akan mendorong mereka menjadi siswa yang berkualitas dan berprestasi. 

Dan keempat, 𝙬𝙖𝙡 𝙝𝙞𝙠𝙢𝙖𝙝.
Ternyata berilmu dan berwawasan luas saja tidak cukup. Maka seorang pendidik wajib membangun para siswa yang berkarakter dan cerdas itu supaya menjadi orang yang bijak, bil hikmah. Itulah kepribadian yang bijak, menjadi siswa berkepala dingin, hatinya lapang, keputusannya baik, ucapannya baik, tindakannya bijak, sikapnya tenang, tutur katanya berbobot, layak jadi model bagi adik-adik kelasnya. Ini namanya wal hikmah. Arif lagi bijaksana, berkarakter ideal. 𝚆𝚊𝚕𝚕𝚘𝚑𝚞 𝚊'𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚋𝚒𝚜𝚜𝚘𝚠𝚊𝚋. 

𝙿𝚞𝚗𝚓𝚞𝚕, 6 𝙽𝚘𝚙𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛 2022



𝙆𝙚𝙝𝙖𝙧𝙢𝙤𝙣𝙞𝙨𝙖𝙣 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝘼𝙢𝙖𝙣𝙖𝙩

𝙎𝙪𝙗𝙖𝙙𝙞

𝓑𝓲𝓼𝓶𝓲𝓵𝓵𝓪𝓱, Setiap manusia boleh dan sah mengejar cita-cita sesuai keinginannya, menjadi apapun. Pengusaha, pejabat, atlit, pegiat seni, dan lain sebagainya. Silahkan, boleh. Akan tetapi perlu dicatat satu hal yang sangat prinsip dalam upaya memperjuangkan keinginannya harus menjaga keharmonisan satu sama lain. Antar sesama, kelompok, golongan, masyarakat, dan seterusnya. 

Sama sekali tidak elok demi ingin meraih dan memperjuangkan suatu tujuan kemudian bersikap dan bertindak yang malah bisa mengurangi, mengotori, atau bahkan menghilangkan keharmonisan satu sama lain. Jika prinsip ini menjadi perhatian serius, maka akan ada tambahan nikmat hidup yang luar biasa. 

Meskipun tidak pandai, penulis juga pernah belajar bahasa Arab, mulai dari bangku madrasah hingga meja kuliah. Jika kita sudi menyisihkan waktu sedikit saja untuk mengkaji makna di balik kata manusia, selain menambah wawasan juga bisa memberi penyadaran bahwa ada amanat mendasar yang dititipkan Allah pada diri kita sejak diciptakan sampai kita kembali kepadaNya.

Yuk, coba kita kaji secara sederhana kata manusia dari sisi bahasanya. Manusia bahasa arabnya adalah insan. Insan merupakan kata isim atau kata benda. Bentuk fiilnya adalah anas. Kata sifatnya anis untuk cowok, dan anisah untuk cewek. Kemudian jika kita tengok di kamus kata anas, anis, anisah, insan, memiliki asal makna harmoni, akrab, intim, saling kangen, dan saling merindukan. 

Dari sini bisa kita pahami untuk mengambil satu makna bahwa manusia sebelum akrab dengan pekerjaan, harta, keluarga, persahabatan, pangkat jabatan, gelar, dan bahkan titel pengetahuan ada amanat yang telah dititipkan oleh Allah kepada setiap manusia, yakni diberi kepercayaan untuk membangun dan mewujudkan tatanan kehidupan yang harmonis. Kehidupan yang penuh semangat ukhuwah persaudaraan. 

Walhasil, mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap tindakan, apapun itu sesungguhnya sadar atau tidak kita telah menjalankan seni hidup, menunaikan amanat Allah sekaligus memposisikan diri sebagai manusia itu sendiri. Manusia itu mengasihi, menghargai, dan hidup harmonis. Wallahu a'lam. 

𝚆𝚒𝚗𝚊 𝙹𝚘𝚐𝚕𝚘, 6 𝙽𝚘𝚙𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛 2022







𝙏𝙄𝙏𝙄𝙆 𝘼𝙒𝘼𝙇 𝙋𝙀𝙍𝙐𝘽𝘼𝙃𝘼𝙉 𝙕𝘼𝙈𝘼𝙉, 𝓢𝓮𝓴𝓲𝓵𝓪𝓼 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓷 𝓢𝓮𝓴𝓮𝓵𝓾𝓶𝓲𝓽 𝓗𝓲𝓴𝓶𝓪𝓱 𝓜𝓪𝓾𝓵𝓲𝓭

🆂🆄🅱🅰🅳🅸

 𝓑𝓲𝓼𝓶𝓲𝓵𝓵𝓪𝓱, Sahabatku, sesama umat muslim kita sudah semestinya untuk saling ingat-mengingatkan, tolong-menolong, dan nasehat-menasehati dalam kebaikan. Jika kita saling sadar bahwa setiap manusia yang masih mampu bernafas itu memiliki potensi menerima curahan rahmat Allah, tentu tidak ada satupun orang yang berani melukai satu dengan yang lainnya. Melukai secara fisik maupun psikisnya. Semua akan saling menghargai dan menghormati. 𝓘𝓷𝓭𝓪𝓱

Sahabatku, saat ini kita berada di bulan yang sangat mulia. Rabi'ul Awwal, bulan di mana orang istimewa dilahirkan di muka bumi ini, Ia adalah baginda Rasulullah Muhammad SAW. Setelah kelahiran Sang Nabi SAW dunia peradaban terjadi perubahan yang sangat besar, yakni dari jaman kegelapan/jahiliyyah menjadi jaman yang terang benderang. Yang dulunya peradaban dunia jauh dari akhlak dan etika dalam berkehidupan, setelah hadirnya Sang Nabi SAW di dunia, peradaban manusia menjadi berakhlak dan terarah. 

Di bulan yang mulia ini, umat muslim di seluruh penjuru dunia memperingati hari kelahiran Sang Nabi SAW, maulud Nabi. Bahkan di negara Indonesia kita tercinta ini, tepat di hari itu menjadi hari libur Nasional. Sekolah-sekolah dan kontor-kantor libur semata untuk menghormati hari istimewa itu. 

KISAH
Sahabatku, yuk kita sejenak berkisah dan mengingat kembali tentang seorang Nabi Agung yang membawa perubahan besar bagi sejarah peradaban dunia itu, Muhammad SAW. Ayahnya bernama Sayyid Abdullah bin Sayyid Abdul Muthalib. Ibunya bernama Sayyidah Aminah al-Zuhriyah binti Wahab, kehadiran bayi itu disambut oleh kakeknya, Sayyid Abdul Muthalib sebab ayahnya sudah meninggal sejak ia masih dalam kandungan ibundanya. Bayi agung itu kemudian oleh sang kakek dibawanya ke kaki Ka'bah.

Di tempat inilah, bayi itu diberi nama Muhammad oleh kakeknya. Sebuah nama yang sama sekali tidak mentradisi di kalangan kaum Quraisy pada masa itu. Sang kakek kala itu hanya penuh harap dengan nama Muhammad bayi itu akan selalu dipuji oleh Allah di langit dan makhluknya di bumi. Subhanallah

Hikmah
Pertama, Keagungan hari dan bulan kelahiran Rasulullah SAW. 

Dalam Islam ada anjuran ibadah dengan mengaitkan sebuah peristiwa besar, sekaligus merupakan salah satu metode dakwah Rasulullah SAW. Seperti anjuran memperbanyak ibadah di hari Jum'at dikaitkan dengan peristiwa yang menimpa Nabi Adam As. Beliau diciptakan, dimasukkan, dan dikeluarkan dari surga pada hari Jum'at. 

Contoh lainnya adalah anjuran puasa hari Asyura'/tanggal 10 Muharram dikaitkan dengan peristiwa Nabi Musa As beserta kaumnya. Begitu juga anjuran berpuasa hari Senin, dikaitkan dengan sejarah besar berupa hari kelahiran sosok manusia terbaik sepanjang masa, Rasulullah SAW. Maka dapat disimpulkan bahwa anjuran mengaitkan ibadah dengan sebuah peristiwa tersebut menjadi penanda akan keagungan waktu dan hari terjadinya suatu peristiwa. 

Kedua, Rasulullah SAW pun memperingati hari kelahirannya. 

Sahabat, memperingati hari kelahiran Rasulullah SAW adalah sebuah ungkapan dari luapan suka cita serta kegembiraan atas kehadiran Rasulullah SAW di muka bumi. Dari sini dapat kita petik satu pesan bahwa rutinitas Rasulullah SAW puasa setiap hari Senin, hakikatnya merupakan wujud dari peringatan hari kelahiran beliau sendiri. Rasulullah SAW melakukan itu semata sebagian wujud mengagungkan dan rasa syukur beliau telah dijadikan Allah SWT sebagai rahmat bagi alam semesta. 

Ketiga, Anjuran memperingati hari kelahiran Rasulullah SAW. 

Allah SWT memerintah kita untuk bersyukur dan bahagia atas setiap rahmatNya yang diberikan kepada kita. Maka, tidak diragukan lagi jika Rasulullah SAW adalah lebih agung-angnya rahmat Allah SWT kepada umat manusia, bahkan seluruh alam semesta. Bersyukur dan berbahagia tidaklah dibatasi waktu dan tempat. Kapanpun kita dianjurkan mensyukuri wujudnya Rasulullah SAW di dunia. Rahmat wujudnya Rasulullah SAW dapat dengan pasti dirasakan sampai kapanpun dan tidak akan terputus habis dimakan zaman. 

Keempat, bergembira saat memperingati hari lahirnya Sang Nabi SAW dengan berbagai macam cara. 

Sudah menjadi maklum, ada banyak cara yang dapat kita lakukan untuk memperingati maulud Nabi SAW. Membaca maulid/sejarah hidup Rasulullah, berkumpul berzikir, membaca shalawat bersama, bersedekah, mengadakan walimah/jamuan makan, menyantuni anak yatim, memberi makan fakir miskin dan lain sebagainya. 

Sahabat, semoga kita dapat meningkatkan rasa cinta kita kepada Rasulullah SAW sehingga diakui umatnya dan layak berkumpul bersamanya kelak di hari kiamat. Aamiin.

𝙿𝚞𝚗𝚓𝚞𝚕, 13 𝙾𝚔𝚝𝚘𝚋𝚎𝚛 2022




𝙆𝙤𝙣𝙨𝙚𝙥 𝙋𝙚𝙣𝙙𝙞𝙙𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙆𝙖𝙧𝙖𝙠𝙩𝙚𝙧 𝘽𝙪𝙠𝙖𝙣 𝘽𝙖𝙨𝙖-𝘽𝙖𝙨𝙞


🆂🆄🅱🅰🅳🅸

Membiasakan hal positif setiap hari sangat perlu diprioritaskan, terlebih bagi anak-anak usia dini. Dengan harapan hal positif itu akan menjadi bagian dari karakter mereka. Ya, karakter positif yang melekat kuat sampai kapan pun, dimana pun, dan dalam keadaan apapun. 

Pengalaman positif yang terus diulang-ulang akan memberi dampak besar bagi perkembangan kualitas diri mereka. Ibarat pisau yang tumpul jika diasah terus menerus dengan cara yang benar tentu akan menjadi tajam. Sehingga pisau itu pun akan banyak fungsinya ketimbang pada kondisi tumpul. 

Sifat dan kebiasaan yang sudah mengakar kuat pada diri seseorang bisa dipastikan sulit untuk dilepaskan atau ditinggalkan. Ibarat pohon yang menjulang tinggi, jika ditopang dengan akar yang sangat kuat tentu tidak akan mudah roboh saat diterjang angin kencang, bahkan badai sekalipun. 

Walhasil, para orang tua, guru, dan pendidik di satuan pendidikan, utamanya di sekolah tingkat dasar dewasa ini secara kolektif mereka sadar bahwa sungguh penting, selain memacu kreatifitas pembelajaran di dalam kelas, juga terus berihtiyar membina para siswa agar menjadi pribadi-pribadi yang berkarakter mulia. Sekalipun hal yang sangat kecil dan nampak receh. 

Semoga Allah, selalu memberi jalan, pertolongan, serta ridhaNya kepada para pejuang pendidikan.. Aamiin...

𝙼𝚒 𝚃𝚊𝚛𝙱𝚘𝚢 𝚢𝚎𝚜𝚜..... 

𝙋𝙆𝙆𝙈 𝙎𝙪𝙠𝙨𝙚𝙨 𝙄𝙣𝙙𝙞𝙠𝙖𝙨𝙞 𝙂𝙪𝙧𝙪 𝙃𝙚𝙗𝙖𝙩


𝙎𝙪𝙗𝙖𝙙𝙞

𝓑𝓲𝓼𝓶𝓲𝓵𝓵𝓪𝓱, Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) merupakan proses pengumpulan, pengelolaan, analisis, dan interpretasi data tentang kualitas Kepala Madrasah dalam melaksanakan tugasnya sebagai kepala madrasah. Penilaian dilakukan secara berkala dalam periode tahunan dan empat tahunan. 

Tahun ini merupakan tahun pertama pada periode ke-2 Kamad MI Tarbiyatussibyan Boyolangu melaksanakan PKKM. Pelaksanaan yang sempat tertunda sebab beberapa kegiatan yang bersamaan, mulai dari imunisasi siswa dari Puskesmas Boyolangu, Monev Bos dari Kemenag Tulungagung, kemudian pelaksanaan Pelatihan Kompetensi Kamad oleh BDK Surabaya 7 hari penuh. Sehingga hari ini Selasa, 11 Oktober 2022 PKKM baru bisa terlaksana. 

Saya mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada seluruh Guru yang telah membantu terlaksana PKKM tahun ini. Acara ini bisa terlaksana dan sukses dengan nilai yang memuaskan sebab jasa dan kinerja para Guru MI Tarbiyatussibyan yang luar biasa. Jika ada prestasi dalam mengelola lembaga ini, tak lain karena usaha para Guru semuanya. Selamat untuk para Guruku yang hebat dan berkualitas.

Tentu sebagai manusia biasa pasti tidak akan bisa sempurna, banyak juga catatan untuk bahan perbaikan di hari yang akan datang. Kita hanya bisa berusaha dengan sekuat tenaga, untuk hasil kita pasrahkan kepada Zat yang maha Sempurna, yakni Allah SWT. Ayo semangat, ayo terus berkarya, tugas kita membersamai para siswa belajar, dan menghantarkan mereka menjadi generasi yang berkarakter mulai di samping harus cakap secara ilmu dan ketrampilannya. 

Boyolangu, 11 Oktober 2022
𝙎𝙪𝙗𝙖𝙙𝙞

𝙂𝙤𝙧𝙚𝙨𝙖𝙣 "𝙏𝙀𝙍𝙄𝙈𝘼𝙆𝘼𝙎𝙄𝙃"


Subadi

Bismillah, Pelatihan Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah BDK Surabaya
3-9 Oktober 2022

Madrasah adalah bagian dari Kementerian Agama, dan Kementerian Agama adalah bagian dari Pemerintah. Karenanya Madrasah menjadi benteng Penguatan ilmu keIslaman, sehingga penguatan kemadrasahan merupakan keniscayaan yang musti terus dilakukan untuk perbaikan generasi, khususnya generasi Islam. 

Madrasah yang hebat tidak hanya dilihat dari sisi jumlah siswa yang banyak dan besar semata, namun madrasah hebat adalah madrasah yang mampu menciptakan kualitas terbaik. Oleh karena itu, melalui kegiatan pelatihan ini, kepala madrasah diharapkan bisa berkreasi, berinovasi, dan bersaing secara sehat dengan tetap menunjukkan kemampuan dalam pengelolaan Madrasah secara profesional. 

Ungkapan terimakasih yang tidak terhingga kami sampaikan kepada panitia pelaksana yang telah memfasilitasi terlaksananya kegiatan ini. Sadar, dengan pelatihan ini kami menjadi lebih tercerahkan tentang bagaimana cara menahkodai Madrasah dengan baik dan benar. Sekali lagi terimakasih atas pelayanan yang super maksimal itu. 

Begitupun ribuan terimakasih kami haturkan kepada seluruh Widyaiswara yang telah mencurahkan berbagai bidang disiplin ilmu dan pengalaman berharga kepada kami, dengan penuh kesungguhan. Tak lain, sebuah ihtiyar menghantarkan kami menjadi seorang pemimpin Madrasah yang profesional, berkarakter, kreatif, serta bertanggung jawab.

Secara pribadi sadar, selain termasuk kepala Madrasah junior saya masih banyak kekurangan dan gersang akan ilmu dan pengalaman dalam mengelola Madrasah. Dengan terselenggaranya acara pelatihan ini bisa berjumpa dengan para kepala Madrasah yang luar biasa. Sehingga, saya bisa menggali ilmu dari curahan pengalaman mereka selama mengelola Madrasah. Hanya, kata terimakasih yang bisa saya sampaikan, terimakasih atas segalanya. 

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua serta memberikan berkah terhadap kegiatan yang telah dilangsungkan selama 7 hari ini, aamiin. 

Mewujudkan madrasah hebat bermartabat, mandiri, dan berprestasi adalah keniscayaan bagi kita para pejuang Madrasah. Terimakasih.

Kemenag Tulungagung, 9 Oktober 2022

Kesulitan Membaca? Jangan Sedih, ini Solusinya...


S u b a d i

Bismillah, sebagai seorang guru pasti sudah terbekali dengan ilmu pendidikan dan beberapa ilmu penunjang lainnya. Sehingga selain guru itu profesional dalam mengajar juga memiliki kepekaan terhadap para siwanya. Guru secara alamiah akan mudah mengenali mana siswanya yang minderan, mudah ngambek, percaya diri, cepat tanggap, mudah konsentrasi, dan tipe-tipe belajar efektif dari masing-masing siswa. Maka dari itu, tak berlebihan jika guru dianggap sosok yang sangat menawan dan istimewa. Oke banget.

Rata-rata anak baru masuk kelas 1 sekolah dasar masih ada yang kesulitan membaca atau belum mampu membaca dengan baik dan benar, meskipun tidak semuanya. Bahkan beberapa kasus juga ditemukan siswa yang belum mampu mengenali huruf. Melihat kasus ini guru harus segera tanggap kemudian mencari solusi untuk mengatasi kasus kesulitan membaca bagi para siswa. Ini menjadi sangat penting karena materi kelas 1 sudah berupa bacaan dan sampai butuh menalar. Jika peserta didik kelas 1 yang belum mampu membaca dengan baik tidak segera teratasi maka akan timbul masalah yang lebih komplek lagi, sikap minder, tujuan pembelajaran tidak tercapai, malas sekolah karena malu, psikis, dan lain sebagainya. Misalnya. 

Membincang soal membaca menjadi penting, sebab membaca sendiri merupakan landasan pendidikan secara umum dan juga landasan literasi. Sehingga membaca dianggap sebagai kunci untuk membuka segudang pemahaman terhadapa materi yang mereka pelajari. Pada fase selanjutnya, membaca juga menjadi modal mereka untuk menjadi sukses. Membaca dalam hal ini bagian dari alat meraih cita-cita. 

Maka dari itu, guru yang menemukan peserta didiknya kesulitan membaca harus segera tanggap, sebab kesulitan membaca merupakan masalah terpenting yang dihadapi para siswa. Ya, nyatanya membaca tidak mudah bagi beberapa siswa sehingga guru harus segera menentukan strategi pembelajaran yang efektif untuk mengatasi masalah kesulitan membaca ini. 

Ada beberapa strategi yang bisa membantu guru untuk menumbuhkan kecintaan siswa pada membaca, dengan cara melibatkan para siswa ikut aktif serta percaya diri belajar membaca. Strategi yang sangat sederhana, namun bisa memberi pengaruh besar dan efektif untuk mengatasi kesulitan membaca bagi para siswa.

Pertama, membaca bersama-sama.
Ingat, biasanya guru meninta peserta didik untuk bergantian menyampaikan bacaan dengan keras di depan kelas, tanpa memperhatikan kemampuan membaca siswanya. Hal ini dapat menjadi momen yang mengerikan bagi para siswa yang tidak percaya diri terhadap kemampuan membaca mereka. Maka, perahatian guru terhadap mental dan psikis peserta didik harus lebih diutamakan ketimbang menuntut meraka cepat bisa membaca. Tumbahkan percaya diri tentu lebih utama.

Ada istilah Choral Reading dimana guru dan para siswa membaca bersama-sama dengan keras, mendorong semua siswa untuk berpartisipasi karena kesalahan yang terjadi akan tertutupi oleh anggota kelas yang lain. Hal ini akan membangun rasa percaya diri para siswa dan memberikan peluang bagi mereka untuk mengambil resiko lebih dibandingkan dengan jenis pengaturan atau model membaca yang lain. 

Kedua, bertukar pilihan bacaan guru dengan siswa.
Sementara saat guru sangat baik dalam memilih teks yang bagus bagi siswa dengan tingkat membaca yang sesuai, tidak ada yang dapat mengalahkan minat serta ketertarikan siswa, ketika mereka sendiri yang memilih bacaannya.

Menurut hemat saya ini sangat menarik, sebab membiarkan siswa memilih buku mereka sendiri, memberinya kepemilikan dan juga kebebasan dalam pilihan bacaan justru akan dapat menumbuhkan kecintaan mereka seumur hidup terhadap bacaan. Meraka merasa bebas menentukan pilihan tanpa ada sedikitpun rasa keterpaksaan. 

Ketiga, bermitra dengan siswa lintas kelas.
Disebutkan dalam referensi, ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh pendidik literasi memperlihatkan adanya dampak yang besar dari sistem kemitraan antar siswa terhadap pencapaian akademis mereka. Dimana sistem teman belajar antara siswa lebih tua berprestasi baik, dengan siswa lebih muda yang memiliki kesulitan belajar, akan menghasilkan suatu peningkatan yang signifikan. Siswa yang lebih muda akan menjadikan siswa yang lebih tua sebagai panutan. Selain itu mereka juga mendapati siswa yang lebih tua, memiliki simpati yang lebih terhadap upaya keras mereka (siswa lebih muda) dalam memahami suatu bacaan. Hal ini akan menghasilkan sebuah situasi yang nyaman bagi mereka untuk berlatih dan bereksplorasi. 

Strategi ini tenyata memberi dampak ganda yang didapat, tidak hanya terhadap peningkatan kemampuan membaca siswa yang lebih muda, siswa yang lebih tua juga mendapatkan manfaat dari pengayoman ini. Lebih jauh, beberapa siswa yang memiliki masalah perilaku juga menunjukkan peningkatan (perbaikan perilaku/karakter). 

Catatan: ‘teman belajar’ yang dimaksud di atas semisal di jenjang MI, dapat memasangkan/mengkolaborasikan antara siswa MI kelas bawah yang mengalami kesulitan belajar (membaca) dengan siswa MI kelas atas yang memiliki pemahaman bagus dalam membaca. Bisa dicoba. 

Keempat, Pra-mengajar kosakata dan ejaan.
Ketika mengenalkan suatu bacaan baru kepada siswa, kita bisa membuat daftar kosa kata baru yang nantinya akan ditemui siswa, dan memberikan daftar tersebut sebelum siswa mulai membaca. Mengajak siswa untuk terbiasa dengan kosa kata baru dengan menjelaskan pengertian kata-kata tersebut dan mengajak siswa berpartisipasi dalam permainan kata, dapat mengurangi kebingungan ketika siswa menemui kata baru dalam suatu bacaan. Melatih perbendaharaan kata dapat meningkatkan kepercayaan diri, pemahaman serta kefasihan siswa dalam membaca dan memahami isi bacaan.

Membimbing para siswa membaca mulai dasar sampai mereka cakap dan terampil akan menjadi ladang amal yang sangat besar pahalanya. 

Semoga bermanfaat.

Boyolangu, 22 September 2022





𝗥𝗮𝗻𝘁𝗮𝗶 𝗞𝗲𝘄𝗮𝗷𝗶𝗯𝗮𝗻

𝘒𝘦𝘸𝘢𝘫𝘪𝘣𝘢𝘯 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘬𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘴𝘰𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘬𝘶𝘪...